- Iran melalui Ali Larijani membalas ancaman AS melumpuhkan listrik dengan peringatan dampak regional meluas.
- Retorika panas bermula dari klaim Trump menahan diri menyerang infrastruktur listrik Iran meskipun ada ancaman.
- Ketegangan kedua negara diperparah oleh pengawasan ketat Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
Suara.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin memuncak dan berada di ambang konfrontasi terbuka. Sekretaris Supreme National Security Council Iran, Ali Larijani, melontarkan peringatan keras merespons ancaman Presiden AS Donald Trump yang berencana melumpuhkan infrastruktur kelistrikan Iran.
Larijani memperingatkan bahwa tindakan nekat Washington tersebut justru akan menjadi bumerang, karena berpotensi memicu pemadaman listrik massal di seluruh kawasan Timur Tengah.
Melalui unggahannya di platform X, Larijani secara tajam menyoroti klaim Trump soal kemampuan militer AS.
"Trump mengatakan 'kita dapat menghancurkan kapasitas listrik Iran dalam satu jam, tetapi kita belum melakukannya'," tulis Larijani mengutip pernyataan Trump, yang dilansir dari AFP, Jumat (13/3/2026).
Larijani menegaskan, apabila gertakan AS itu benar-benar dieksekusi, efek kerusakannya tidak akan hanya menimpa wilayah Iran, melainkan meluas ke negara-negara sekitar dalam hitungan menit.
Lebih jauh, ia bahkan menyebut situasi tersebut dapat menjadi peluang bagi Iran untuk menyerang pasukan AS di kawasan.
"Nah, jika mereka melakukannya, seluruh kawasan akan gelap dalam waktu kurang dari setengah jam dan kegelapan memberikan kesempatan yang cukup untuk memburu tentara AS yang berlari mencari keselamatan," tegasnya.
Awal Mula Retorika Panas AS-Iran
Saling balas retorika panas ini bermula dari pernyataan Trump yang menyebut bahwa Amerika Serikat sejauh ini masih menahan diri untuk tidak membombardir fasilitas pembangkit listrik Iran.
Baca Juga: Minyak Dunia Tembus USD 120, APBN 2026 Terancam Jebol? Cek Faktanya
Meski begitu, Trump juga memberikan garis merah yang jelas. Ia menegaskan bahwa militer AS siap melancarkan serangan dahsyat jika Iran berani mengganggu stabilitas pasokan minyak dunia.
Ketegangan Berkaitan dengan Selat Hormuz
Eskalasi konflik antara dua negara tersebut juga berkaitan erat dengan situasi genting di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.
Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Iran dilaporkan memperketat pengawasan di jalur perairan tersebut.
Bahkan, Teheran disebut tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap kapal-kapal tanker yang melintas untuk mengangkut minyak.
Jika konfrontasi ini terus berlanjut tanpa titik temu, dunia kini dihadapkan pada ancaman serius terganggunya rantai distribusi energi global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Diisukan Bakal Digeser dari KSP Saat Reshuffle Kabinet Hari Ini, Qodari Bilang Begini
-
Misteri Motif Penyiraman Air Keras di Cengkareng, Satu Orang Pelaku Kini Diperiksa Intensif
-
Awali Kunjungan di Papua Barat Daya, Mendagri Tito Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan
-
Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz
-
Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, Pemprov DKI Siapkan 3 Rusun dan Fasilitas Lengkap
-
Jujur Janggal! Secret Service Biarkan Trump Duduk Manis Saat Tembakan Pertama Meletus
-
Sorot Kekerasan Ekstrem di Jalur Angkot Tanah Abang, Anggota DPRD Kevin Wu: Alarm Serius Bagi DKI
-
Isu Reshuffle Sore Ini: Qodari Dikabarkan Geser ke Bakom RI, Dudung Abdurachman Masuk KSP?
-
Kata-kata Berani Penembak di Gala Dinner Donald Trump
-
Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington