Bisnis / Energi
Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:38 WIB
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/12/2025). (ANTARA/Putu Indah Savitri)
Baca 10 detik
  • Pemerintah memprioritaskan konversi PLTD menjadi PLTS di 30 lokasi kawasan Timur Indonesia.
  • Percepatan transisi energi ini merupakan bagian dari program pembangunan total PLTS berkapasitas 100 GW.
  • Konversi dilakukan bertahap dengan membangun PLTS baru sebelum menghentikan operasional PLTD eksisting.

Suara.com - Pemerintah terus memfokuskan percepatan transisi energi terbarukan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Salah satu programnya adalah mempercepat konversi  Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, pemerintah telah memetakan sekitar 30 lokasi yang diprioritaskan. 

"Jadi ada beberapa lokasi yang sudah diidentifikasi di Dirjen Ketenagalistrikan dan Dirjen EBTKE, dan yang kami prioritaskan di kawasan Timur Indonesia. Angkanya sudah lebih dari 30," ujar Yuliot saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/3/2026). 

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,2 MWp di Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) Pabrik Semarang. [Istimewa]

Percepatan peralihan PLTD ke energi terbarukan termasuk dalam program pembangunan PLTS yang berkapasitas 100 GW.

Wilayah yang disasar merupakan daerah yang bergantung pada pembangkit listrik yang digerakkan oleh solar, serta belum teraliri jaringan listrik PLN. 

"Jadi ini lanjutkan dari program dieselisasi, merupakan bagian dari program 100 gigawatt PLTS," kata Yuliot. 

Percepatan peralihan PLTD ke PLTS sebelumnya diungkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.  Proses konversi ke PLTS akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini, dan dilaksanakan secara bertahap.

Dimulai dengan pembangunan PLTS terlebih dahulu, lalu kemudian menghentikan operasional PLTD. 

"Bangun dulu dong, kalau di-stop, belum dibangun kan penggantinya tidak ada.Jadi paralel begitu dibangun, begitu sudah langsung COD, PLTD-nya dimatikan," kata Bahlil. 

Baca Juga: Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idul Fitri 2026 Resmi Dibuka, Pasokan Energi Dipastikan Aman

Load More