- Bank Indonesia mengimbau penukaran uang Lebaran hanya melalui layanan resmi guna menjamin keaslian uang dan keamanan transaksi.
- Minat penukaran uang per 13 Maret 2026 mencapai 1.076.282 orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
- BI memperluas titik layanan penukaran menjadi 9.294 titik dan mengadakan program tambahan jalur mudik.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk menukarkan uang rupiah menjelang Lebaran hanya melalui layanan resmi BI maupun perbankan. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keaslian uang serta keamanan transaksi bagi masyarakat.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muhammad Anwar Bashori, mengatakan penukaran uang melalui mekanisme jual beli di luar layanan resmi memiliki berbagai risiko yang dapat merugikan masyarakat.
Menurutnya, risiko tersebut antara lain keaslian uang yang tidak terjamin, jumlah uang yang sulit dipastikan akurat, tidak adanya perlindungan atau pertanggungjawaban, serta potensi penipuan yang dapat menyebabkan kerugian finansial.
“Bank Indonesia menghimbau masyarakat agar hanya melakukan penukaran uang rupiah melalui layanan resmi Bank Indonesia dan perbankan guna menjamin keaslian uang serta keamanan transaksi,” ujarnya dalam jawaban tertulis di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Di sisi lain, minat masyarakat untuk menukarkan uang menjelang Idulfitri 2026 tercatat sangat tinggi. Hingga 13 Maret 2026, jumlah masyarakat yang melakukan penukaran melalui layanan resmi telah mencapai 1.076.282 orang.
Angka tersebut meningkat sekitar 85,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 580.496 orang.
"Untuk mengakomodasi tingginya permintaan tersebut, BI memperluas jangkauan layanan penukaran uang. Jumlah titik layanan tahun ini ditingkatkan menjadi 9.294 titik, naik signifikan dari 5.202 layanan pada tahun sebelumnya," bebernya.
Anwar menjelaskan, peningkatan layanan ini bertujuan agar masyarakat semakin mudah mengakses penukaran uang rupiah menjelang Lebaran.
Tingginya animo masyarakat tersebut juga mencerminkan masih besarnya kebutuhan terhadap uang pecahan kecil.
Baca Juga: Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Jadi Pertimbangan Utama
"Uang tersebut biasanya digunakan untuk berbagai tradisi Lebaran seperti berbagi kepada keluarga, pemberian tunjangan hari raya (THR), hingga mendukung aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri," katanya.
Selain memperluas layanan, BI juga menyediakan program tambahan penukaran uang bertajuk “SERAMBI Peduli Mudik yang digelar pada 16–17 Maret 2026.
Program ini menyediakan 55 titik layanan penukaran tambahan di berbagai lokasi strategis jalur mudik, seperti bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, hingga rest area.
Total kuota yang disiapkan dalam layanan tambahan tersebut mencapai sekitar 11.900 paket penukaran.
Melalui berbagai layanan tersebut, BI memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup serta dengan pecahan yang sesuai. Distribusi dilakukan melalui berbagai kanal resmi, termasuk kas keliling, layanan terpadu, serta jaringan perbankan di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
-
Jaga Harga Bahan Pokok, BI Perkuat Kredit Pangan Jelang Idulfitri
-
Tensi Timteng Memanas, BI Pasang Badan Jaga Rupiah dari 'Amukan' Dolar
-
BI Ungkap Banyak Orang dan Korporasi Malas Ajukan Kredit Bank
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa
-
Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar
-
BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi
-
BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis
-
Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban
-
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
-
Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026
-
Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP
-
Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026