- Bank Indonesia memperkuat pengendalian inflasi menjelang Idulfitri melalui penyaluran kredit pangan guna menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.
- BI menargetkan inflasi 2026 berada dalam kisaran 2,5±1 persen dengan fokus pada strategi 4K menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
- Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tercatat 5,39 persen didukung konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah, serta pertumbuhan kredit 9,96 persen.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Idulfitri, melalui dukungan penyaluran kredit pangan. Hal ini menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan.
Langkah ini ditempuh untuk menopang daya beli sekaligus memastikan inflasi 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen.
Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menyampaikan stabilitas harga pangan menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat, khususnya pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Pengendalian inflasi diperkuat melalui koordinasi dari hulu hingga hilir,” ujarnya dalam keynote speech pada seminar bertajuk “Ramadan Tenang, Harga Terkendali: Optimalisasi Kredit Pangan untuk Stabilisasi Pasar” di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, Aida menilai, perekonomian Indonesia tetap berdaya tahan. Fragmentasi perdagangan dan volatilitas pasar keuangan internasional, kata dia, memengaruhi ekonomi domestik melalui tiga jalur utama.
Mulai dari kenaikan harga minyak yang mendorong biaya produksi dan transportasi, gejolak pasar keuangan yang berdampak pada nilai tukar dan harga impor, serta perlambatan perdagangan global yang berpotensi menekan pertumbuhan.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, BI menempuh strategi 3K, yaitu kebijakan terintegrasi, kolaborasi erat dengan Pemerintah, serta komitmen untuk tetap berada di pasar guna meredam gejolak dan menjaga inflasi sesuai sasaran.
Secara kinerja, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tercatat 5,39 persen (year on year/yoy) dan diprakirakan berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen pada 2026.
Pertumbuhan ini ditopang konsumsi masyarakat, peningkatan belanja periode HBKN, serta belanja Pemerintah pada awal tahun.
Baca Juga: BPS: 33 Provinsi Inflasi, Tekanan Terbesar dari Ayam dan Cabai
Dari sisi harga, inflasi Februari 2026 tercatat 4,76 persen (yoy), dipengaruhi faktor base effect kebijakan diskon tarif listrik pada awal 2025. Meski demikian, inflasi inti tetap rendah.
BI menilai komponen pangan bergejolak (volatile food) perlu terus dijaga stabilitasnya karena sensitif terhadap lonjakan permintaan, kondisi cuaca, dan gangguan distribusi.
Penguatan pengendalian inflasi dilakukan melalui tujuh program unggulan, antara lain hilirisasi pangan, optimalisasi kerja sama daerah, operasi pasar murah, serta komunikasi kebijakan untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terjangkar.
Menjelang HBKN, fokus diarahkan pada strategi 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, dan memperkuat komunikasi kebijakan.
Implementasi kebijakan dilakukan melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dengan pendekatan sesuai karakteristik wilayah dan komoditas strategis.
Direktur Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan penguatan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama Ramadan dan Idulfitri.
Berita Terkait
-
Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026
-
Cara Cek dan Daftar Antrean Penukaran Uang PINTAR BI
-
Dorong Ekonomi Digital, Gubernur Bank Indonesia Perkuat Talenta Muda
-
Cara Tukar Uang Baru di PINTAR BI untuk THR Lebaran 2026, Ini Ketentuannya
-
BI: Transformasi Digital Sistem Pembayaran Indonesia Jadi Rujukan Lembaga Keuangan Dunia
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya
-
Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel
-
Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi
-
Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange