Bisnis / Energi
Selasa, 17 Maret 2026 | 22:24 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil memastikan beban subsidi APBN tetap terkendali meskipun harga minyak dunia mencapai USD 100 per barel.
  • Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir Maret atau Kuartal I-2026.
  • Pemerintah menjamin ketersediaan stok BBM dan LPG di seluruh Indonesia terkendali, terutama menjelang Idulfitri.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan beban subsidi dalam APBN tetap terkendali, selama harga minyak dunia konsisten di level USD 100 per barel. 

Tercatat saat ini harga minyak dunia berada di angka USD 100 per barel, melampaui asumsi harga yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar USD 70 per barel. Adanya selisih tersebut berisiko menambah beban APBN. 

"Berapa harga subsidinya? Itu kita lihat perkembangan geopolitik. Tapi kalau dengan harga Insya Allah, kalau USD 100, antara USD 100, sekarang, kan, USD 70. Kalau masih USD 100 itu Insya Allah masih dalam koridor APBN," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (17/3/2026). 

Ilustrasi penjualan BBM di SPBU [Suara.com/ANTARA]

Hal itu ditegaskannya guna memastikan harga minyak nasional di tengah gangguan pasokan akibat perang yang terjadi antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Bahlil memastikan hingga akhir Maret atau Kuartal I-2026, pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi. 

Namun memasuki triwulan II pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap harga minyak bersubsidi. 

"Nanti setelah Maret kita pikirkan lagi. Kita ini kan bukan Tuhan yang bisa memprediksi semua kenyataan yang ada di sana. Yang penting kita bisa melakukan perencanaan yang baik, jangka pendek, menengah, panjang. Strateginya setelah Maret pun sudah kita lakukan," kata Bahlil. 

Selain itu, ditegaskannya bahwa yang  perlu dipastikan pemerintah adalah ketersediaan BBM hingga LPG.

Bahlil pun mengungkap stoknya dalam keadaan terkendali, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Baca Juga: Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026

"Bagian yang penting adalah kita, stok semuanya harus ada, supaya tidak ada kelangkaan di Indonesia," ujar Bahlil. 

Load More