- Pemerintah melakukan efisiensi anggaran K/L sebagai tindak lanjut arahan Presiden menjaga defisit APBN 2026 di bawah 3 persen.
- Fokus efisiensi mencakup biaya perjalanan dinas luar negeri dan penundaan proyek gedung baru yang tidak mendesak.
- Program prioritas seperti MBG dan Koperasi Merah Putih dipastikan aman dari pemotongan anggaran pemerintah pusat.
Suara.com - Pemerintah secara resmi mengumumkan langkah efisiensi besar-besaran terhadap alokasi anggaran berbagai Kementerian dan Lembaga (K/L).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas fiskal dan memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tetap berada di bawah ambang batas 3 persen.
Kebijakan pengetatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan penggunaan uang negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa efisiensi akan difokuskan pada pos pengeluaran yang dinilai tidak produktif atau masih bisa ditekan tanpa mengganggu kualitas layanan publik.
Adapun sejumlah pos belanja yang menjadi sasaran utama penghematan antara lain:
- Biaya perjalanan dinas, khususnya kunjungan ke luar negeri.
- Belanja aparatur dan pengadaan peralatan kantor.
- Penundaan proyek pembangunan gedung baru yang belum berdampak langsung pada kinerja.
- Evaluasi terhadap Anggaran Biaya Tambahan (ABT) yang sering memicu pembengkakan dana.
Program MBG dan Koperasi Merah Putih Dipastikan Aman
Meskipun penghematan dilakukan di berbagai lini, pemerintah menjamin bahwa program-program prioritas yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak akan mengalami pemotongan.
“Alokasi dana untuk program unggulan sama sekali tidak akan dikurangi karena ini merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi,” tegas Airlangga di Jakarta, dikutip dari Antara.
Beberapa program yang tetap berjalan sesuai rencana awal meliputi:
Baca Juga: Purbaya Pamer Efek Suntikan Dana Rp 200 T ke Prabowo, Klaim Ekonomi Tumbuh
Makan Bergizi Gratis (MBG): Dengan pagu anggaran mencapai Rp335 triliun (terdiri dari alokasi utama Rp268 triliun dan dana cadangan Rp67 triliun). Program ini menargetkan 61,62 juta penerima manfaat melalui 25.082 dapur umum (SPPG). Per 9 Maret 2026, realisasi anggaran ini telah menyentuh angka Rp44 triliun.
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP): Mendapatkan dukungan fiskal sebesar Rp83 triliun dari sektor pajak serta pemanfaatan 58,03% Dana Desa (sekitar Rp34,57 triliun) untuk operasional dan infrastruktur.
Sekolah Rakyat: Tetap dipertahankan sebagai pilar penguatan pendidikan nasional.
Untuk diketahui, defisit APBN Indonesia per Februari 2026 mencapai Rp135,7 triliun, atau setara 0,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB), akibat realisasi belanja yang lebih tinggi (Rp493,8 triliun) dibandingkan pendapatan.
Defisit ini meningkat 342,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp30,7 triliun), namun diklaim masih sesuai koridor.
Langkah Teknis dan Evaluasi Berkelanjutan
Berita Terkait
-
Efisiensi APBN 2026, Wakil Ketua Komisi X DPR Tegaskan Sektor Pendidikan Harus Diproteksi
-
Heboh! Baru 3 Bulan Pekerja MBG Bisa Beli iPhone 16, Berapa Gaji Sebenarnya?
-
Bukan Program Unggulan, Ini Pos Anggaran yang Potensi Kena Pemangkasan
-
DPR Setuju Efisiensi Anggaran: Tapi Tak Hanya Gaji Pejabat yang Dipangkas
-
Belum Ada Keputusan Pemangkasan, Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran MBG Aman
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Polri Siap Hadapi Perlawanan Febrie Adriansyah Lewat Praperadilan Kasus Korupsi dan TPPU
-
Timnas Indonesia vs Singapura: Awas Ketajaman Striker Berdarah Pacitan
-
5 Sepatu Lari Mills Terbaik untuk Pemula dan Maraton, Nyaman Dipakai Latihan hingga Race
-
Kata-kata Jordi Amat Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam di Piala AFF 2026
-
Aparat Kewalahan, Massa Duduki Gerbang Kejagung dan Hadang Jalan Panglima Polim
-
Flare Merah Menyala di Kejagung, Massa Mahasiswa Bawa Keranda Bertuliskan 'Febrie'
-
DPR RI Murka! Korban Curanmor di Bekasi Malah Diteror Sindikat, Polisi Diminta Bergerak Cepat
-
Pilih Gabung Ducati, Pedro Acosta Ogah Pakai Motor KTM yang Tak Kompetitif
-
Organisasi Indonesia Tionghoa Ikut Tingkatkan SDM, Gandeng Lemhanas Siapkan Beasiswa Hingga S3
-
Bahlil Buka Wacana Seluruh Mobil Listrik Pakai Baterai Nikel