-
Sampah plastik Indonesia diproyeksikan mencapai 9,9–12,4 juta ton/tahun (2025), mendorong Ajinomoto menjalankan inisiatif lingkungan berkelanjutan.
-
Inovasi kemasan ramah lingkungan berhasil mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton pada 2025.
-
Kolaborasi pengelolaan sampah dan program edukasi (Greenducation) telah menangani 352 ton sampah dan mengedukasi 2.400 orang.
Suara.com - Berdasarkan proyeksi World Bank, volume sampah plastik nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 9,9–12,4 juta ton per tahun, atau sekitar 13,98% dari total timbulan sampah.
Menyadari besarnya tantangan tersebut, Grup Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) meyakini bahwa lingkungan yang bersih merupakan fondasi penting bagi terciptanya keluarga yang lebih sehat.
Atas dasar itu, Ajinomoto mengintegrasikan berbagai inisiatif lingkungan melalui Ajinomoto Health Provider, yang sejalan dengan tujuan perusahaan untuk "memperkuat kesejahteraan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi melalui AminoScience."
Melalui Ajinomoto Health Provider, perusahaan menghadirkan berbagai rangkaian inisiatif lingkungan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Di antaranya adalah inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Pada tahun 2020 Ajinomoto telah menerapkan berbagai terobosan seperti penggunaan material daur ulang dengan menggunakan kemasan mono-material, serta pengurangan ketebalan kemasan guna meminimalkan penggunaan plastik pada beberapa produk kami.
Ajinomoto menjadi perusahaan pertama yang menggunakan kemasan produk MSG yang mengandung bahan kertas dengan memperkenalkan AJI-NO-MOTO® Paper Packaging, yaitu kemasan yang mengganti sebagian material plastik dengan kertas sehingga mampu menurunkan penggunaan plastik hingga 30%.
Untuk produk lainnya seperti Masako®, penerapan gerakan "No Inner Plastic" serta pengurangan header part berhasil menghemat penggunaan plastik sebesar 8,4%. Sementara itu, inovasi kemasan Sajiku®berbahan mono-material memberikan efisiensi penggunaan plastik hingga 9,5% per kemasan.
Secara keseluruhan, berbagai inovasi kemasan tersebut telah memungkinkan Ajinomoto mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton pada tahun 2025, sebuah kontribusi signifikan dalam mendukung upaya nasional menekan timbulan sampah plastik.
Inisiatif ini juga menjadi bukti komitmen Ajinomoto untuk memenuhi regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia (P.75/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019), serta mendukung target pengurangan plastik hingga 30% pada tahun 2029/2030.
Ajinomoto terus memperluas dampak keberlanjutannya melalui kerjasama dengan startup, seperti Rekosistem dengan penyediaan fasilitas waste station, yang beroperasi di Surabaya dan Mojokerto, hal ini memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk menyetorkan sampah terpilah mereka.
Selain menyediakan infrastruktur pengelolaan sampah, Ajinomoto juga menjalin kerja sama dengan berbagai bank sampah, seperti Bank Sampah Gunung Emas (Jakarta Timur), Bank Sampah Induk Patriot Bekasi, Karawang, Mojokerto, dan Surabaya, serta TPS 3R di wilayah Karawang dan Mojokerto.
Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.
Dari seluruh inisiatif tersebut, Ajinomoto berhasil menangani 352 ton sampah sepanjang tahun 2025.Kehadiran fasilitas ini tidak hanya membantu lingkungan, tetapi pada beberapa komunitas juga membuka peluang ekonomi melalui skema pengumpulan sampah.
Ajinomoto menyadari bahwa edukasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program keberlanjutan ini. Melalui program Berseri (Bersih dan Sehatkan Negeri) dengan menjalankan tujuan utama penarikan sampah plastik multilapis (MLP) dan Greenducation.
Guna meningkatkan kesadaran pemilahan sampah Ajinomoto hadir dengan Greenducation di Jakarta Timur, Bekasi dan Karawang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memisahkan sampah plastik dengan sampai lainnya agar tidak mencemari lingkungan yang nantinya dapat dilakukan recycle untuk menghasilkan produk yang lebih berdaya guna.
Berita Terkait
-
Sekretariat DPRD DKI Jakarta Sosialisasi Pilah Sampah
-
Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan
-
Dari Plastik jadi Energi: Bagaimana Get Plastic Dorong Perubahan Cara Pandang tentang Sampah?
-
Diduga Tercemar, Sungai Ciujung Berubah Hitam dan Berbau
-
Studi: Pemanasan Global Berpotensi Memicu Pelepasan Metana Lebih Besar dari Ekosistem Alami
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI
-
Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang
-
Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond
-
Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
-
Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis