- Menteri Keuangan Purbaya optimis ekonomi Q1 2026 capai 5,7% didukung daya beli masyarakat saat Ramadan dan Lebaran.
- Proyeksi baik ini terjadi meski ekonomi global terdampak konflik AS-Iran dan penutupan Selat Hormuz.
- Pemerintah mengklaim dampak konflik global belum terasa karena kebijakan antisipatif dan menjaga permintaan domestik.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama 2026 mencapai 5,7 persen berkat terjaganya daya beli masyarakat periode Ramadan dan Lebaran 2026.
“Kalau angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 persen,” katanya, dikutip dari Antara, Senin (23/3/2026).
Menkeu Purbaya menilai proyeksi itu relatif baik. Sebab saat ini perekonomian global terdampak dinamika konflik Amerika Serikat vs Iran di Kawasan Timur Tengah yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz.
Bendahara Negara yakin kalau gejolak perang AS-Iran belum terdampak pada perekonomian dalam negeri. Ia mengklaim Pemerintah sudah memiliki berbagai kebijakan untuk mengantisipasi hal tersebut.
“Dampak global ke sini masih belum terasa karena di-absorb oleh pemerintah. Jadi, kami menjaga betul supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal dalam keadaan sekarang. Semaksimal mungkin ke depan akan dijaga seperti itu,” beber dia.
Namun Purbaya tak menampik kalau perekonomian nasional bisa jadi melambat jika ketegangan geopolitik terus berlanjut. Tapi dia menyatakan bakal terus memperkuat permintaan dalam negeri agar ekonomi domestik tetap terjaga.
Adapun langkah yang akan diambil Pemerintah mencakup dukungan terhadap sektor swasta, menjaga daya beli masyarakat, mengelola harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dari dampak harga minyak global, hingga mendorong belanja pemerintah agar terserap tepat waktu.
“Walaupun global begitu, tapi permintaan (domestik) masih kencang. Mungkin (ekonomi) akan melambat kalau (konflik) naik terus. Tapi saya akan jaga permintaan domestik,” jelasnya.
Baca Juga: Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru
Tag
Berita Terkait
-
Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 dan Skema Rekayasa Lalu Lintas dari Korlantas Polri
-
8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
-
Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026