Bisnis / Makro
Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Kamis (19/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya optimis ekonomi Q1 2026 capai 5,7% didukung daya beli masyarakat saat Ramadan dan Lebaran.
  • Proyeksi baik ini terjadi meski ekonomi global terdampak konflik AS-Iran dan penutupan Selat Hormuz.
  • Pemerintah mengklaim dampak konflik global belum terasa karena kebijakan antisipatif dan menjaga permintaan domestik.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama 2026 mencapai 5,7 persen berkat terjaganya daya beli masyarakat periode Ramadan dan Lebaran 2026.

“Kalau angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 persen,” katanya, dikutip dari Antara, Senin (23/3/2026).

Menkeu Purbaya menilai proyeksi itu relatif baik. Sebab saat ini perekonomian global terdampak dinamika konflik Amerika Serikat vs Iran di Kawasan Timur Tengah yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz.

Bendahara Negara yakin kalau gejolak perang AS-Iran belum terdampak pada perekonomian dalam negeri. Ia mengklaim Pemerintah sudah memiliki berbagai kebijakan untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Dampak global ke sini masih belum terasa karena di-absorb oleh pemerintah. Jadi, kami menjaga betul supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal dalam keadaan sekarang. Semaksimal mungkin ke depan akan dijaga seperti itu,” beber dia.

Namun Purbaya tak menampik kalau perekonomian nasional bisa jadi melambat jika ketegangan geopolitik terus berlanjut. Tapi dia menyatakan bakal terus memperkuat permintaan dalam negeri agar ekonomi domestik tetap terjaga.

Adapun langkah yang akan diambil Pemerintah mencakup dukungan terhadap sektor swasta, menjaga daya beli masyarakat, mengelola harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dari dampak harga minyak global, hingga mendorong belanja pemerintah agar terserap tepat waktu.

“Walaupun global begitu, tapi permintaan (domestik) masih kencang. Mungkin (ekonomi) akan melambat kalau (konflik) naik terus. Tapi saya akan jaga permintaan domestik,” jelasnya.

Baca Juga: Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru

Load More