-
Iran mengancam sebar ranjau laut di Teluk Persia jika wilayah pesisirnya diserang musuh.
-
Blokade jalur maritim ini dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel pada Februari lalu.
-
Gangguan di Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak dunia secara signifikan saat ini.
Suara.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah munculnya peringatan keras dari Teheran Iran.
Pemerintah Iran secara terbuka mengancam akan menyebar ranjau laut di seluruh area Teluk Persia.
Langkah ekstrem ini diambil sebagai respons jika Amerika Serikat serta Israel berani menyerang wilayah pesisir.
Bukan hanya pantai, perlindungan ketat juga akan dilakukan terhadap pulau-pulau milik Iran dari agresi luar.
Pihak Teheran menegaskan bahwa aksi pertahanan ini bakal memutus total akses perairan yang sangat vital.
Dewan Pertahanan Nasional Iran memberikan pernyataan resmi terkait rencana pemasangan alat peledak bawah air tersebut.
Laporan ini pertama kali disebarluaskan oleh kantor berita Fars melalui saluran komunikasi resmi pemerintah mereka.
Dewan Pertahanan Nasional Iran mengatakan bahwa setiap upaya oleh "musuh" untuk menargetkan pantai atau pulau-pulau Iran akan menyebabkan pemasangan ranjau di jalur akses dan jalur komunikasi di seluruh Teluk.
Peringatan ini menunjukkan kesiapan militer Iran dalam menghadapi segala bentuk tekanan dari negara-negara Barat.
Baca Juga: Profil Rudal AD-08 Majid Iran Penjatuh Pesawat Canggih F-35, Pantas Amerika Serikat Ketar-ketir
Seluruh jalur navigasi di Teluk Persia diprediksi akan lumpuh total jika ancaman ini benar dilaksanakan.
Iran mengklaim telah menyiapkan berbagai varian teknologi ranjau laut untuk mengamankan kedaulatan wilayah air mereka.
Salah satu yang paling diwaspadai adalah ranjau terapung yang memiliki daya hancur luar biasa terhadap kapal.
Dikatakan bahwa langkah-langkah tersebut akan mencakup berbagai jenis ranjau laut, termasuk ranjau terapung yang dapat diluncurkan dari pantai.
Peluncuran ranjau ini bahkan bisa dilakukan langsung dari garis pantai tanpa harus menunggu kapal penabur.
Efek domino dari strategi ini diperkirakan akan menciptakan kekacauan lalu lintas laut dalam waktu lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement