- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kekesalannya terhadap kritik ekonom terkait potensi masalah APBN.
- Kekesalan muncul sebab para ekonom mengkhawatirkan anggaran berantakan akibat kenaikan harga minyak dunia saat ini.
- Menkeu Purbaya menegaskan APBN aman karena kenaikan harga minyak masih jauh di bawah batas asumsi perhitungan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kesal karena terus menerus diserang ekonom beberapa waktu belakangan. Ia jengkel setelah para pakar ramai melayangkan kritik di tengah kenaikan harga minyak buntut perang Amerika Serikat vs Iran.
"Kalau kita lihat orang kan ribut-ribut ke anggaran saya, katanya akan berantakan. Akan itu, apa lagi. Gue boleh nyerang ekonom enggak, yang enggak jelas itu? Gue kesal soalnya. Saya kesal soalnya mereka menggembar-gemborkan ketakutan aja," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Menkeu Purbaya lalu menirukan kritik ekonom yang menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bakal hancur apabila harga minyak tembus 120 Dolar AS per barel. Padahal sekarang ini, rata-rata harga minyak berkisar 74 Dolar AS per barel.
Bendahara Negara lalu menjelaskan kalau APBN dirancang dengan asumsi setahun penuh. Apabila harga minyak naik hanya beberapa hari, maka anggaran masih bisa mengatasi kenaikan tersebut.
"Sampai sekarang baru 74-an (Dolar AS per barel) lah, artinya naiknya baru 4 Dolar AS dibanding asumsi," lanjutnya.
"Jadi kalau 74 mah cuma naik 4. Saya bisa tutup dengan gampang," tambah dia lagi.
Ia lalu menegaskan kalau Pemerintah memiliki sejumlah cara untuk memastikan dampak kenaikan harga minyak dunia, khususnya pada subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Jadi enggak perlu takut sampai sekarang. 'Oh nanti kalau habis lebaran harga BBM bakal naik'. Memang dia ahli ekonomi? Kan saya menteri keuangannya. Saya yang hitung, kita hitung semua. Mereka mah enggak pernah ngitung," tegasnya.
Baca Juga: Harga BBM Masih Stabil, Warganet Apresiasi Pemerintah
Berita Terkait
-
Harga BBM Masih Stabil, Warganet Apresiasi Pemerintah
-
Primadona Lebaran 2026, Konsumsi BBM Pertamax Series Naik Signifikan
-
Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun
-
Mendagri Ungkap Penyebab Antrean BBM di Kalbar, Panic Buying Gegara Hal Ini
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua
-
Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?
-
Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo
-
Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022
-
OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi
-
Industri Kretek Indonesia Terancam Mati
-
Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara
-
Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang
-
Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo
-
Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut