- Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan harga BBM signifikan di beberapa negara Asia seperti Vietnam dan Singapura.
- Pemerintah Indonesia dinilai berhasil menjaga stabilitas harga BBM subsidi dan nonsubsidi hingga momen perayaan Idulfitri.
- Warganet mengapresiasi pengendalian harga BBM dan pangan oleh pemerintah menjelang Idulfitri meskipun negara lain mengalami kenaikan.
Suara.com - Penutupan Selat Hormuz di Teluk Persia oleh Iran menyusul konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel membuat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai negara Asia melonjak hebat.
Di Vietnam misalnya, harga BBM telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak 26 Februari 2026. Demikian juga di Singapura, kenaikan harga BBM memicu tekanan ekonomi bagi masyarakat dan sektor transportasi di negara tersebut. Di Malaysia, harga BBM nonsubsidi telah naik beruntun dalam dua pekan terakhir.
Sementara di Indonesia, hingga saat ini harga BBM subsidi maupun nonsubsidi belum mengalami perubahan.
Salah satu pengguna Threads, Aldilo Vieriansyahela (@bodrexinn_), memuji kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga BBM sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang dan nyaman.
"Hebat ya Bahlil (Menteri ESDM), harga BBM enggak naik," ujarnya, dikutip pada Kamis (25/3).
Warganet lain, getirrr (@gett.irr7), juga memberikan apresiasi. Tak hanya harga BBM, pemerintah juga menjaga stabilitas harga pangan.
"Iya, patut diapresiasi bukan cuma Bahlil. Tapi pemerintahan bisa mengendalikan harga BBM dan bahan pangan yang biasanya setiap Ramadan maupun Idulfitri harga bahan pokok cenderung naik," katanya.
Julia Fantoni (@julia_fantoni), menuturkan bahwa dirinya tengah berada di Tailan. Di sana, harga BBM telah bergejolak, berbeda dengan di Indonesia.
"Aku lagi di Tailan dan di sini harga bensin naik gila. Dan stok sudah mulai kosong kata guide-ku," ucapnya.
Baca Juga: Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS
rroonnaay (@rroonnaay) turut menanggapi. Menurutnya, pemerintah memahami bahwa dalam situasi Lebaran seperti ini, kenaikan harga BBM bakal menimbulkan efek besar.
"Hal ini memang patut diapresiasi, artinya Bahlil atau pemerintah secara keseluruhan punya rasa empati yang besar," katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami situasi sulit saat ini. Pemerintah tentu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Menghadapi situasi yang tidak ideal, kadang pemerintah harus mengambil keputusan yang terbaik di antara pilihan-pilihan yang buruk.
"Nanti setelah momen Lebaran selesai, jangan hujat Bahlil ataupun pemerintah ya kalau harga BBM naik. Negara se-Asia Tenggara itu sudah naikin harga BBM-nya, Indonesia belum. Dengan kondisi politik dunia yang lagi begini dan harga minyak dunia yang enggak karuan, menaikan harga BBM itu suatu kebijakan yang sangat logis, realistis, demi menjaga kestabilan APBN juga. Mode hemat ya, kurangi konsumsi BBM (dampaknya impor BBM bisa ditekan), jangan panic buying," tutupnya.
Berita Terkait
-
Arab Saudi dan UEA Diam-diam Bantu Israel dan AS Perangi Iran
-
Siap-siap! Harga BBM di RI Bakal Melakukan Penyesuaian 1 April 2026
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak
-
Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun