Bisnis / Energi
Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:15 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengingatkan ketatnya kondisi energi global akibat konflik geopolitik Timur Tengah.
  • Kondisi ini menyebabkan negara harus bersaing mendapatkan pasokan energi, mengganggu jalur distribusi vital seperti Selat Hormuz.
  • Meskipun stok BBM Indonesia aman, pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih bijaksana dalam penggunaan energi nasional.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengingatkan kondisi energi global saat ini semakin ketat di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, imbas perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Bahlil, situasi global membuat negara-negara kini harus bersaing ketat untuk mendapatkan pasokan energi, termasuk minyak dan gas.

"Sekalipun kita ada duit, tapi kalau barangnya kita harus rebut dengan negara lain, nah ini kan kita harus betul-betul menjaganya," ujar Bahlil usai rapat koordinasi tingkat menteri di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Ilustrasi sejumlah warga mengisi BBM di SPBU. [Dok Pertamina]

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik Iran vs AS-Israel yang berdampak langsung pada pasokan energi dunia. Jalur distribusi vital seperti Selat Hormuz terganggu, yang selama ini menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak global. 

Bahkan, dampak konflik tersebut telah mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga di atas 100 dolar AS per barel serta meningkatkan risiko krisis energi global.

Bahlil menilai, kondisi ini membuat Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan finansial untuk mengamankan pasokan energi, tetapi juga harus mengelola konsumsi secara bijak.

"Sekali lagi saya menyatakan bahwa ini ikhtiar itu agar ya lebih apa ya, lebih bijaksana dalam memakai energi," katanya.

Ia juga menyinggung bahwa meskipun stok energi nasional masih dalam kondisi aman, tekanan global membuat pemerintah dan masyarakat harus lebih berhati-hati.

"Jadi stok-stok BBM kita, insyaallah dalam kondisi yang aman. Standar minimal memenuhi syarat," ucap Bahlil.

Baca Juga: Menteri Airlangga Menghadap Presiden Prabowo Bahas Harga BBM dan WFH

Konflik Iran dengan AS dan Israel sendiri disebut sebagai salah satu guncangan terbesar terhadap pasar energi global dalam beberapa dekade terakhir, dengan potensi gangguan pasokan besar-besaran jika berlangsung lebih lama. 

Dalam situasi tersebut, pemerintah Indonesia mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari menjaga stok energi hingga mendorong efisiensi konsumsi di dalam negeri.

Load More