- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengingatkan ketatnya kondisi energi global akibat konflik geopolitik Timur Tengah.
- Kondisi ini menyebabkan negara harus bersaing mendapatkan pasokan energi, mengganggu jalur distribusi vital seperti Selat Hormuz.
- Meskipun stok BBM Indonesia aman, pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih bijaksana dalam penggunaan energi nasional.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengingatkan kondisi energi global saat ini semakin ketat di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, imbas perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Menurut Bahlil, situasi global membuat negara-negara kini harus bersaing ketat untuk mendapatkan pasokan energi, termasuk minyak dan gas.
"Sekalipun kita ada duit, tapi kalau barangnya kita harus rebut dengan negara lain, nah ini kan kita harus betul-betul menjaganya," ujar Bahlil usai rapat koordinasi tingkat menteri di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik Iran vs AS-Israel yang berdampak langsung pada pasokan energi dunia. Jalur distribusi vital seperti Selat Hormuz terganggu, yang selama ini menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak global.
Bahkan, dampak konflik tersebut telah mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga di atas 100 dolar AS per barel serta meningkatkan risiko krisis energi global.
Bahlil menilai, kondisi ini membuat Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan finansial untuk mengamankan pasokan energi, tetapi juga harus mengelola konsumsi secara bijak.
"Sekali lagi saya menyatakan bahwa ini ikhtiar itu agar ya lebih apa ya, lebih bijaksana dalam memakai energi," katanya.
Ia juga menyinggung bahwa meskipun stok energi nasional masih dalam kondisi aman, tekanan global membuat pemerintah dan masyarakat harus lebih berhati-hati.
"Jadi stok-stok BBM kita, insyaallah dalam kondisi yang aman. Standar minimal memenuhi syarat," ucap Bahlil.
Baca Juga: Menteri Airlangga Menghadap Presiden Prabowo Bahas Harga BBM dan WFH
Konflik Iran dengan AS dan Israel sendiri disebut sebagai salah satu guncangan terbesar terhadap pasar energi global dalam beberapa dekade terakhir, dengan potensi gangguan pasokan besar-besaran jika berlangsung lebih lama.
Dalam situasi tersebut, pemerintah Indonesia mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari menjaga stok energi hingga mendorong efisiensi konsumsi di dalam negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG
-
Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri
-
Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina
-
Kartu Kredit Infinite Prioritas Hasil Kolaborasi BRI dan Visa: Hadirkan Banyak Keuntungan Eksklusif
-
Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?
-
Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja
-
Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan