- Perdana Menteri Albanese menenangkan publik Australia mengenai ketersediaan stok BBM di tengah kenaikan harga akibat konflik Timur Tengah.
- Beberapa SPBU di lokasi seperti Cairns melaporkan kehabisan stok BBM sementara harga naik signifikan pasca konflik dimulai.
- Pemerintah akan rapat darurat membahas krisis, termasuk rencana merilis cadangan minyak nasional dan menurunkan standar kualitas BBM.
Suara.com - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese meminta warganya untuk tidak panik karena stok BBM di negeri Kangguru tersebut masih cukup di tengah krisis energi akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Permintaan ini disampaikan Albanese ketika warga Australia mulai panik akibat harga BBM yang melonjak dan beberapa stasiun pengisian bahan bakar atau SPBU mulai kehabisan stok BBM.
"Semakin lama perang ini berlangsung, maka dampaknya semakin besar. Tapi kami akan terus mempersiapkan dan melindungi warga Australia dari risiko terburuk," kata Albanese pada Jumat (27/6/2026) dilansir dari BBC.
Di Australia memang sudah mulai muncul laporan warga tak bisa menggunakan kendaraan mereka karena tak bisa membeli BBM. Sementara banyak perusahaan yang mengeluh biaya semakin mahal akibat naiknya harga BBM.
Di Cairns, sebuah kota populer untuk turis di Queensland, beberapa SPBU mengaku kehabisan bensin. Mereka juga mengeluh harga solar kini 85 persen lebih mahal dibandingkan dengan sebelum Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Februari lalu.
Di New South Wales, satu dari tujuh SPBU mengaku kehabisan salah satu jenis BBM yang lazimnya mereka jual.
Harga BBM di Australia juga naik tinggi. Kini harga bensin rata-rata sekitar 2,38 dolar Australia atau sekitar Rp28.000 per liter naik dari 1,71 dolar Austrlia (sekitar Rp20.000) per liter sebelum perang. Sementara harga solar di Sydney naik menjadi 3,14 dolar Australia (sekitar Rp36.000) per liter pada Kamis kemarin.
Menurut Asosiasi Jalan dan Pengemudi Nasional Australia (NRMA) kelangkaan dan melonjaknya harga terjadi karena warga panik dan menimbun BBM.
"Orang-orang membeli BBM menggunakan jeriken dan menimbunnya di rumah mereka," kata Peter Khoury, juru bicara NRMA.
Baca Juga: Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
Khoury menambahkan kini perusahaan-perusahaan di Australia memerintahkan sopir-sopir mereka untuk segera mengisi BBM bahkan jika tangki mereka masih terisi separuh.
Pemerintah Australia berencana menggelar rapat kabinet darurat pada awal pekan depan untuk membahas krisis BBM di negara tersebut. Negeri Kangguru itu berencana untuk merilis cadangan minyak nasional dan bahkan bersiap menurunkan standar kualitas BBM yang dijual di pasaran.
Tag
Berita Terkait
-
Kapal Pertamina Tak Bisa Lewat Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke Iran
-
Pasokan Energi Jadi Rebutan di Dunia, Bahlil Wanti-wanti Masyarakat Bijak Isi BBM
-
Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai
-
Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz
-
Iran Berencana Terapkan 'Pajak Keamanan' di Selat Hormuz, Satu Kapal Rp33 Miliar
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Belum Ada Pembatasan, Bahlil Persilahkan Masyarakat Bebas Beli BBM Subsidi
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Sekarang Popularitas Pemerintah Naik Kencang Sekali
-
Rupiah Semakin Ambles, Nyaris ke Rp 17.000/USD
-
Jaga Terang di Hari Kemenangan, Cerita Petugas PLN Amankan Keandalan Listrik di Momen Idul Fitri
-
RI Sudah Punya Pos Impor Minyak Mentah Baru, Bahlil: Jangan Tanya Dari Mana?
-
Kompor Listrik Makin Dilirik, Biaya Masak Lebih Murah dari LPG
-
Purbaya Bantah Budaya 'ABS' Saat Hadapi Prabowo: Semua Kita Hitung Dengan Baik
-
Pasokan Energi Jadi Rebutan di Dunia, Bahlil Wanti-wanti Masyarakat Bijak Isi BBM
-
Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai
-
Iran Berencana Terapkan 'Pajak Keamanan' di Selat Hormuz, Satu Kapal Rp33 Miliar