- Ketegangan di Selat Hormuz antara AS-Israel dan Iran mengganggu distribusi minyak dunia serta energi Indonesia.
- Wakil Ketua Komisi I DPR RI mendorong diplomasi terukur melalui komunikasi intensif pemerintah dengan Iran.
- Komunikasi diplomatik harus menegaskan kapal Indonesia tidak terlibat konflik demi jaminan kelancaran operasional energi.
Suara.com - Ketegangan di kawasan Selat Hormuz akibat perang AS-Israel dengan Iran berdampak serius secara global.
Selat Hormuz yang ada di kawasan Iran diketahui menjadi jalur utama dalam distribusi minyak dunia dari timur tengah.
Namun, dalam perkembangan terbaru, Indonesia tidak ada dalam daftar yang dipermudah oleh Iran untuk melewati selat tersebut. Kondisi itu tentu menganggu kelancaran distribusi energi Indonesia.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menekankan pentingnya jalur diplomasi dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Menurutnya, situasi yang berkembang saat ini harus direspons dengan pendekatan komunikasi yang terukur.
“Situasi di Selat Hormuz menghadirkan tantangan tersendiri bagi berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski demikian, setiap tantangan juga membuka peluang bagi diplomasi yang konstruktif. Dengan komunikasi yang berkesinambungan serta sikap saling menghormati, keyakinan tetap terjaga bahwa kepentingan nasional dapat terlindungi,” ujar Dave kepada suara.com, dihubungi Jumat (27/3/2026).
Ia menegaskan, kapal milik Pertamina yang beroperasi di kawasan tersebut membawa kepentingan strategis, khususnya dalam menjaga pasokan energi nasional.
Sehingga, sudah seharusnya memperoleh jaminan kelancaran dalam operasionalnya.
"Dan hal ini dapat diwujudkan melalui pendekatan yang sabar, terarah, serta dilandasi optimisme," kata dia.
Baca Juga: Siapa Pengganti Dean James di Laga Timnas Indonesia vs Kitts and Nevis?
Dave mendorong pemerintah untuk mengintensifkan komunikasi resmi dengan Iran, baik melalui Kementerian Luar Negeri maupun jalur diplomatik lainnya di Teheran.
Ia menambahkan, komunikasi yang dibangun harus menegaskan posisi Indonesia sebagai pihak yang tidak terlibat konflik.
“Interaksi yang berkelanjutan harus menegaskan bahwa kapal Indonesia tidak terlibat dalam tindakan agresif, melainkan menjalankan misi ekonomi yang sah dan penting bagi kebutuhan energi nasional," ucapnya.
Dengan pendekatan tersebut, DPR berharap kapal Indonesia tetap dapat melintas tanpa hambatan di jalur strategis tersebut.
Berita Terkait
-
Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian
-
Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis
-
Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber
-
Pertemuan Trump-Xi Pada Mei Dianggap Tanda Berakhirnya Perang, Gedung Putih Bilang Begini
-
Maskapai-maskapai Penerbangan Indonesia Minta Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Perang di Teluk
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Berawal dari Perkelahian Adik, Pemuda di Maluku Tewas Dipukul Prajurit TNI
-
Aziz Yanuar Ungkap Noel Ajukan Penahanan Rumah untuk Uji Konsistensi Penegakan Hukum
-
Diduga Langgar Etik, Pimpinan KPK Resmi Dilaporkan ke Dewas Buntut Tahanan Rumah Gus Yaqut
-
DPR Usul WFH ASN Digelar Rabu, Hindari Efek Libur Panjang
-
Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz
-
Dana Iklim dan Rehabilitasi Hutan di Kalimantan: Bisakah REDD+ Beri Dampak Jangka Panjang?
-
Istri Richard Lee Diperiksa Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Masih Berjalan
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sekolah Tatap Muka Lebih Efektif Dibanding Wacana Belajar dari Rumah
-
Negara Diminta Tak Lagi Lunak ke Perusahaan: THR Tak Dibayar, DPR Dorong Dipidanakan!
-
Amankan FIFA Series 2026 di GBK: Ribuan Personel Jaga Ketat Ring 1 hingga Jalur Kedatangan