- Bursa saham Wall Street pada Senin, 30 Maret 2026, merosot karena lonjakan harga minyak dunia dipicu serangan Iran terhadap kapal tanker Kuwait.
- Indeks utama AS seperti S&P 500 dan Nasdaq 100 melemah signifikan, sementara VIX sempat menembus level 30 menunjukkan kekhawatiran pasar.
- Ada sentimen positif dari pernyataan Presiden Trump mengenai kemajuan dialog dengan Iran dan sinyal The Fed tidak menaikkan suku bunga.
Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street merosot pada perdagangan, Senin, 30 Maret 2026, terimbas harga minyak dunia yang terus melonjak.
Mengutip CNBC, indeks utama kompak turun pada Senin malam. Futures S&P 500 tercatat melemah 0,4 persen, sementara futures Nasdaq 100 turun lebih dalam sebesar 0,7 persen. Sedangkan futures Dow Jones Industrial Average terkoreksi 145 poin atau sekitar 0,3 persen.
Tekanan terhadap pasar saham terjadi seiring kenaikan harga minyak global, setelah laporan Bloomberg menyebut Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait di perairan Dubai. Meski otoritas Dubai memastikan seluruh awak kapal selamat, insiden tersebut tetap memicu kekhawatiran pasar.
Harga minyak mentah Brent berjangka dilaporkan naik sekitar 2 persen, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak hingga 3 persen dalam perdagangan lanjutan.
Pada sesi reguler sebelumnya, pergerakan indeks Wall Street juga cenderung bervariasi. Indeks S&P 500 turun 0,39 persen dan mencatat penurunan tiga hari berturut-turut. Indeks Nasdaq Composite melemah 0,73 persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average justru menguat tipis 0,11 persen atau naik 49,50 poin.
Penurunan S&P 500 membuat indeks tersebut kini terkoreksi lebih dari 9 persen dari level penutupan tertingginya, terutama akibat tekanan di sektor teknologi yang turun lebih dari 1 persen.
Kepala Strategi Pasar BRiley Wealth Management, Art Hogan, menilai pelemahan pasar saat ini masih tergolong wajar sebagai bagian dari siklus koreksi.
"Ada beberapa narasi yang beredar, tetapi saya pikir investor jangka panjang harus ingat bahwa koreksi 10% adalah hal yang normal. Itu terjadi sepanjang waktu. Rata-rata, setiap dua tahun kita mengalami koreksi 10 persen," ujarnya seperti dikutip dari CNBC.
Ia menambahkan, volatilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari investasi saham jangka panjang.
Baca Juga: Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%
"Kita telah mengalami beberapa hari positif di mana ada sedikit kabar baik," lanjut Hogan.
Di tengah tekanan pasar, indikator ketakutan investor, CBOE Volatility Index atau VIX, sempat menembus level 30 selama sesi perdagangan, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko global.
Meski demikian, pasar juga mendapat sedikit sentimen positif dari perkembangan geopolitik. Presiden Donald Trump menyebut telah terjadi 'kemajuan besar' dalam diskusi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik.
Trump juga mengungkapkan bahwa Iran telah menerima sebagian besar dari rencana damai yang diajukan AS, termasuk memberikan akses tambahan bagi kapal tanker minyak untuk melintasi Selat Hormuz.
Dari sisi kebijakan moneter, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan inflasi saat ini masih terkendali dan belum ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, memberikan sedikit kelegaan bagi investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
IHSG Rebound Pagi Ini, Cek Saham yang Cuan
-
Cara Tarik Tunai GoPay di ATM BRI
-
Rupiah Sudah Sentuh Rp17.000, Sinyal Waspada Buat Indonesia
-
Menlu Iran Desak Raja Arab Saudi Usir Amerika Serikat
-
Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia
-
Pemerintah Nilai Tuduhan Amsal Sitepu Bisa Matikan Ekosistem Ekonomi Kreatif
-
Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya
-
Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%
-
Trump Blak-blakan Ingin 'Rampas' Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Incaran Utama
-
Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk