Bisnis / Ekopol
Selasa, 31 Maret 2026 | 07:33 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). [Antara]
Baca 10 detik
  • IHSG diprediksi bergerak *mixed* cenderung melemah terbatas akibat tekanan jual asing dan gejolak geopolitik global.
  • Tekanan pasar dipicu aksi jual asing Rp686 miliar dan pelemahan rupiah mencapai Rp17.014 per dolar AS.
  • Sentimen utama meliputi kekhawatiran energi akibat konflik Iran-AS dan kenaikan harga minyak mentah Brent.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini.

Tekanan eksternal, mulai dari aksi jual investor asing hingga gejolak geopolitik global, menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan pasar.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyampaikan bahwa IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support di level 6.970 dan resistance di level 7.198.

Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan tren yang melandai, mencerminkan momentum penguatan yang mulai terbatas.

“Pasar turut dipengaruhi oleh tekanan jual asing yang mencapai Rp686 miliar di seluruh perdagangan. Selain itu, depresiasi rupiah yang menyentuh level Rp17.014 per dolar AS turut meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar,” ujar Audi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan, terdapat dua sentimen utama yang memengaruhi pergerakan IHSG.

Rudal Iran (Tasnimnews)

Pertama, meningkatnya kekhawatiran global terhadap dampak energi akibat eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat, terutama setelah adanya pengerahan pasukan AS. Kondisi ini mendorong investor untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi di pasar saham.

Kedua, kenaikan harga minyak mentah Brent yang menyentuh level tertinggi sejak 2022 memicu kekhawatiran inflasi energi. Hal ini dinilai berpotensi memengaruhi kebijakan bank sentral, khususnya terkait peluang penundaan pemangkasan suku bunga.

Dia pun menambahkan, investor juga dapat mencermati saham PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) pada rentang 3.600–3.780, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) di kisaran 805–830, serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada level 3.220–3.300.

Baca Juga: Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG pada perdagangan selanjutnya juga masih rawan terkoreksi.

Ia memproyeksikan support berada di level 7.053 dan resistance di level 7.118, dengan dinamika Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama investor.

Dari sisi rekomendasi saham, Herditya menyarankan beberapa pilihan berbasis analisis teknikal. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) direkomendasikan speculative buy dengan support di 4.250 dan resistance di 5.375.

Kemudian, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) direkomendasikan trading buy dengan support di 1.820 dan resistance di 2.120.

Dengan berbagai sentimen global dan domestik yang masih bergejolak, pelaku pasar disarankan tetap selektif dan mencermati perkembangan makroekonomi yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Load More