- IHSG diprediksi bergerak *mixed* cenderung melemah terbatas akibat tekanan jual asing dan gejolak geopolitik global.
- Tekanan pasar dipicu aksi jual asing Rp686 miliar dan pelemahan rupiah mencapai Rp17.014 per dolar AS.
- Sentimen utama meliputi kekhawatiran energi akibat konflik Iran-AS dan kenaikan harga minyak mentah Brent.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini.
Tekanan eksternal, mulai dari aksi jual investor asing hingga gejolak geopolitik global, menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan pasar.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyampaikan bahwa IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support di level 6.970 dan resistance di level 7.198.
Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan tren yang melandai, mencerminkan momentum penguatan yang mulai terbatas.
“Pasar turut dipengaruhi oleh tekanan jual asing yang mencapai Rp686 miliar di seluruh perdagangan. Selain itu, depresiasi rupiah yang menyentuh level Rp17.014 per dolar AS turut meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar,” ujar Audi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan, terdapat dua sentimen utama yang memengaruhi pergerakan IHSG.
Pertama, meningkatnya kekhawatiran global terhadap dampak energi akibat eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat, terutama setelah adanya pengerahan pasukan AS. Kondisi ini mendorong investor untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi di pasar saham.
Kedua, kenaikan harga minyak mentah Brent yang menyentuh level tertinggi sejak 2022 memicu kekhawatiran inflasi energi. Hal ini dinilai berpotensi memengaruhi kebijakan bank sentral, khususnya terkait peluang penundaan pemangkasan suku bunga.
Dia pun menambahkan, investor juga dapat mencermati saham PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) pada rentang 3.600–3.780, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) di kisaran 805–830, serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada level 3.220–3.300.
Baca Juga: Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG pada perdagangan selanjutnya juga masih rawan terkoreksi.
Ia memproyeksikan support berada di level 7.053 dan resistance di level 7.118, dengan dinamika Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama investor.
Dari sisi rekomendasi saham, Herditya menyarankan beberapa pilihan berbasis analisis teknikal. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) direkomendasikan speculative buy dengan support di 4.250 dan resistance di 5.375.
Kemudian, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) direkomendasikan trading buy dengan support di 1.820 dan resistance di 2.120.
Dengan berbagai sentimen global dan domestik yang masih bergejolak, pelaku pasar disarankan tetap selektif dan mencermati perkembangan makroekonomi yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Berita Terkait
-
Geopolitik Memanas, IHSG Terkoreksi ke Level 7.214
-
IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Lalu Langsung Anjlok
-
Geopolitik Memanas, BBM RI Tetap Aman Selama Mudik Lebaran 2026
-
Siap-siap! Harga BBM di RI Bakal Melakukan Penyesuaian 1 April 2026
-
Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia
-
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?
-
Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!
-
Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus