Bisnis / Ekopol
Selasa, 31 Maret 2026 | 15:28 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. [Suara.com/Tangkap layar]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi harga BBM subsidi dan non-subsidi tidak naik per 1 April 2026.
  • Pemerintah menjamin stok BBM nasional memadai sehingga belum berencana memberlakukan pembatasan pembelian di SPBU.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi memperkuat bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga kesejahteraan rakyat dan stabilitas ekonomi.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membawa kabar baik yang meredam simpang siur isu kenaikan harga maupun pembatasan konsumsi bahan bakar di tengah masyarakat per 1 April 2026 nanti malam.

Dasco mengonfirmasi harga bahan bakar minyak atau BBM, baik jenis subsidi maupun non-subsidi, dipastikan tidak akan mengalami kenaikan per Rabu 1 April 2026.

Lebih lanjut, ia menegaskan hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana untuk memberlakukan pembatasan pembelian untuk jenis BBM Pertalite maupun Pertamax, yang selama ini sempat memicu kekhawatiran publik.

Kepastian ini didapatkan setelah Dasco melakukan koordinasi intensif dengan pihak pemerintah guna memantau ketersediaan energi nasional.

Ia secara proaktif menjawab keresahan masyarakat terkait potensi munculnya kuota ketat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Saya tadi sudah bertanya ke pemerintah, sepertinya tidak ada pembatasan. Kalau keterangan pemerintah, stok kita cukup," kata Dasco, Selasa (31/3/2026).

Ketua Harian Partai Gerindra tersebut menjamin, pasokan BBM untuk kebutuhan harian masyarakat dalam kondisi yang sangat aman.

Berdasarkan data koordinasi, skema pembatasan pembelian dianggap belum menjadi opsi mendesak, karena cadangan nasional masih memadai untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di kota-kota besar yang memiliki mobilitas tinggi.

"Sekali lagi, stok kita masih cukup," tegas Dasco.

Baca Juga: Apa Saja Perbedaan Bensin Pertalite dan Pertamax? Ini Dampaknya pada Performa Mesin

Mengenai durasi kebijakan harga tetap ini, Dasco menjelaskan fokus utama kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo adalah menjaga stabilitas beban ekonomi rakyat.

Pemerintah disebut tengah berupaya keras agar guncangan harga komoditas global tidak langsung menghantam daya beli masyarakat di dalam negeri.

"Soal bisa bertahan sampai kapan, pemerintah yang tahu. Tapi yang pasti, pemerintah berusaha untuk menjaga harga BBM."

Senada dengan Dasco, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, turut memberikan keterangan resmi untuk memperkuat pengumuman tersebut.

Prasetyo menyatakan, keputusan tidak menaikkan harga BBM ini merupakan hasil koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Kementerian ESDM dan Pertamina, yang kemudian diputuskan melalui instruksi langsung dari Presiden.

Prasetyo menekankan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah selalu menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai indikator utama.

Load More