Bisnis / Makro
Selasa, 31 Maret 2026 | 15:52 WIB
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor total 160.000 unit pikap untuk operasional KDMP.
  • Impor pikap senilai Rp 200 triliun tersebut berasal dari China dan Jepang, seperti Foton, Mitsubishi, Hino, dan Isuzu.
  • Sebanyak 105.000 pikap impor dari India berkekuatan 4x4 dan berfasilitas lengkap ditargetkan tiba tahun ini.

Suara.com - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Perserso), Joao Angelo De Sousa Mota, memastikan pihak akan impor 160.000 pikap untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Menurutnya, tidak hanya India saja yang akan memasok pikap untuk KDMP. Akan tetapi, pikap itu juga diimpor dari negara seperti China dan Jepang.

Joao juga menyebutkan, merek pikap yang diimpor dari China dan Jepang beragam. Mulai dari Foton, Mitsubishi, Hino, dan Isuzu.

"Insya Allah, China Ada 13.500 yang sudah siap dari Froton, kemudian dari Mitshubishi ada 13.600, dari Hino, Ada 10.000. Lalu, Isuzu dari Jepang juga Ada 900," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

"Jadi, semua mobil yang ada Di sini kan secara ini Kalau 4x4 Semuanya full import Nggak ada yang Pembuatan lokal tidak ada," sambungnya.

Pikap Mahindra Scorpio yang diimpor dari India dan akan digunakan sebagai kendaraan Koperasi Desa Merah Putih. [Dok Mahindra Indonesia]

Joao mengungkapkan, untuk melakukan impor pikap, pihaknya mengeluarkan anggaran sekitar Rp 200 triliun.

Namun demikian, Joao tidak merinci berapa banyak kendaraan pikap yang telah tiba di tanah air. Hanya saja, dirinya akan terus memantau masuknya kendaraan pikap tersebut.

"Yang mengatur pengiriman barang itu nanti dari Direktur Pengadaan kami. Dan juga kami kan tidak setiap saat mengecek barang, berapa yang masuk barang berapa yang datang. Tapi biasanya mereka melakukan monitoring setiap minggu," imbuhnya.

"Secara keseluruhan, harus pasti Angkanya saya tidak tahu pasti juga.Jadi harus kita cek pastinya. Mungkin bisa cek langsung Bisa cek ke Mitsubishi, bisa cek ke Hino, bisa cek ke Isuzu atau bisa juga cek langsung ke Jepang Sudah berapa yang dikirim ke Indonesia Kan lebih valid Angka-angkanya," tambahnya.  

Baca Juga: Kemenkop Bantah Isu Kopdes Merah Putih Picu Konflik di Adonara, Ini Faktanya

Sebelumnya, Joao mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengadaan sebanyak 105.000 mobil pickup dari India. Saat ini sebagian mobil pickup yang diimpor sudah tiba di Indonesia.

Targetnya 105.000 kendaraan tersebut akan tiba pada akhir tahun ini.

"Sebulan ini komplitlah 1.000 an. Dan semuanya (105.000 mobil pickup) tuh kita usahakan dalam tahun ini tiba (di Indonesia)," ujarnya.

Joao menjelaskan bahwa kendaraan yang diimpor dari India memiliki spesifikasi bagus. Di mana mobil pickup ini berpenggerak 4x4 yang sudah dilengkapi AC dan sistem audio didalamnya.

"Mobilnya keren aseli, itu pickup single cabin dalamnya itu ada AC, dalamnya itu sudah ada ada lagu, ada musiknya dan dia 4x4 gitu. Makanya udah dia masuk sini tuh merek-merek lain tuh kalau nggak mau nurunin harga ya lu nggak bisa kompetitif gitu iya kan, biar fair price lah gitu," ujarnya.

Load More