- Pemerintah prioritaskan pemanfaatan semua sumber energi, termasuk EBT dan migas, untuk ketahanan energi nasional.
- Menteri ESDM mendapat tugas percepatan investasi transisi energi dan pengembangan proyek strategis Blok Masela.
- Proyek Blok Masela ditargetkan menyelesaikan FEED dan memulai tender EPC pada tahun 2026 senilai USD20,9 miliar.
Suara.com - Pemerintah terus mempercepat langkah strategis di sektor energi dengan mendorong pemanfaatan berbagai sumber energi, mulai dari migas hingga energi baru terbarukan (EBT), di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan bergantung pada satu jenis energi saja, melainkan mendorong semua potensi yang tersedia selama didukung teknologi yang efisien.
"Karena geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong," ujar Bahlil dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengantisipasi dampak konflik global yang berpotensi mengganggu pasokan energi.
Selain mendorong energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga air, surya, dan angin, pemerintah juga tetap memperkuat sektor migas sebagai tulang punggung energi nasional.
Bahlil mengungkapkan, dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat dua agenda utama, yakni investasi transisi energi dan pengembangan proyek strategis Blok Masela.
"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut Inpex blok Masela," ujarnya.
Ia menjelaskan, proyek Blok Masela kini menunjukkan perkembangan signifikan setelah pembahasan intensif sepanjang 2025. Pemerintah bahkan telah menyepakati skema pengembangan dengan nilai awal mencapai USD20,9 miliar.
Secara keseluruhan, nilai investasi proyek tersebut diperkirakan menembus lebih dari Rp300 triliun, sekaligus mempertegas dominasi sektor energi dan sumber daya mineral dalam struktur investasi nasional.
Baca Juga: Harga BBM Bakal Naik, Bahlil: Presiden Masih Pikirkan Rakyat Kecil!
Pemerintah pun menargetkan percepatan implementasi proyek, termasuk penyelesaian Front-End Engineering and Design (FEED) serta pelaksanaan tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) pada 2026.
"Nah, tugas saya sebagai Menteri ESDM, Bapak Presiden tadi dalam arahannya, ketika saya pertemukan Presiden Direktur daripada Inpex, dengan Bapak Presiden, mengharapkan agar proyek ini bisa cepat diimplementasikan. Dan tahun ini, 2026, tender EPC-nya akan kita lakukan. FEED-nya juga akan selesai. Dan kita minta untuk dipercepat," tegasnya.
Lebih lanjut, Bahlil menilai percepatan proyek-proyek energi, baik fosil maupun terbarukan, menjadi kunci untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi domestik.
Pemerintah juga terus melakukan koordinasi lintas kementerian guna memastikan kelancaran investasi dan proyek strategis nasional, termasuk menjalin komunikasi dengan mitra internasional di tengah dinamika geopolitik yang masih berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus