Bisnis / Energi
Selasa, 31 Maret 2026 | 15:12 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Baca 10 detik
  • Pemerintah prioritaskan pemanfaatan semua sumber energi, termasuk EBT dan migas, untuk ketahanan energi nasional.
  • Menteri ESDM mendapat tugas percepatan investasi transisi energi dan pengembangan proyek strategis Blok Masela.
  • Proyek Blok Masela ditargetkan menyelesaikan FEED dan memulai tender EPC pada tahun 2026 senilai USD20,9 miliar.

Suara.com - Pemerintah terus mempercepat langkah strategis di sektor energi dengan mendorong pemanfaatan berbagai sumber energi, mulai dari migas hingga energi baru terbarukan (EBT), di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan bergantung pada satu jenis energi saja, melainkan mendorong semua potensi yang tersedia selama didukung teknologi yang efisien.

"Karena geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong," ujar Bahlil dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengantisipasi dampak konflik global yang berpotensi mengganggu pasokan energi.

Proyek LNG Abadi Blok Masela. [INPEX]

Selain mendorong energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga air, surya, dan angin, pemerintah juga tetap memperkuat sektor migas sebagai tulang punggung energi nasional.

Bahlil mengungkapkan, dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat dua agenda utama, yakni investasi transisi energi dan pengembangan proyek strategis Blok Masela.

"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut Inpex blok Masela," ujarnya.

Ia menjelaskan, proyek Blok Masela kini menunjukkan perkembangan signifikan setelah pembahasan intensif sepanjang 2025. Pemerintah bahkan telah menyepakati skema pengembangan dengan nilai awal mencapai USD20,9 miliar.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek tersebut diperkirakan menembus lebih dari Rp300 triliun, sekaligus mempertegas dominasi sektor energi dan sumber daya mineral dalam struktur investasi nasional.

Baca Juga: Harga BBM Bakal Naik, Bahlil: Presiden Masih Pikirkan Rakyat Kecil!

Pemerintah pun menargetkan percepatan implementasi proyek, termasuk penyelesaian Front-End Engineering and Design (FEED) serta pelaksanaan tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) pada 2026.

"Nah, tugas saya sebagai Menteri ESDM, Bapak Presiden tadi dalam arahannya, ketika saya pertemukan Presiden Direktur daripada Inpex, dengan Bapak Presiden, mengharapkan agar proyek ini bisa cepat diimplementasikan. Dan tahun ini, 2026, tender EPC-nya akan kita lakukan. FEED-nya juga akan selesai. Dan kita minta untuk dipercepat," tegasnya.

Lebih lanjut, Bahlil menilai percepatan proyek-proyek energi, baik fosil maupun terbarukan, menjadi kunci untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

Pemerintah juga terus melakukan koordinasi lintas kementerian guna memastikan kelancaran investasi dan proyek strategis nasional, termasuk menjalin komunikasi dengan mitra internasional di tengah dinamika geopolitik yang masih berlangsung.

Load More