- Peruri raih peringkat tertinggi 'AAA' dari Pefindo tiga tahun berturut-turut sejak awal dirating.
- Kesehatan perusahaan masuk kategori "Sangat Sehat" berkat tata kelola GCG dan efisiensi ketat.
- Peringkat AAA jadi modal Peruri transformasi ke teknologi high security dan layanan digital.
Suara.com - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) kembali mempertahankan peringkat tertinggi ‘AAA’ (Triple A) untuk Standalone Rating maupun Final Rating dalam aspek manajemen risiko dan stabilitas finansial.
Hal itu berdasarkan evaluasi terbaru PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) baru-baru ini.
Catatan ini terbilang istimewa. Pasalnya, sejak pertama kali mengikuti proses pemeringkatan Pefindo tiga tahun silam, perusahaan plat merah ini secara konsisten menyabet predikat 'AAA'. Dengan kata lain, posisi Peruri tidak pernah bergeser dari kasta tertinggi pemeringkatan efek di Indonesia sejak awal dirating.
Hasil impresif ini didasarkan pada laporan keuangan audit per 31 Desember 2025. Dalam keterangan resminya, Pefindo menegaskan bahwa obligor dengan peringkat ‘AAA’ memiliki kemampuan superior dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibandingkan obligor lainnya.
Tak hanya itu, Peruri juga dianugerahi predikat Tingkat Kesehatan kategori “Sangat Sehat”. Capaian ini merupakan buah dari keberhasilan manajemen dalam mengelola seluruh entitas di bawah naungan Peruri Group melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang ketat serta efisiensi operasional.
Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya, menyebut prestasi ini sebagai validasi atas arah strategis perusahaan yang sudah tepat.
“Pencapaian ini adalah hasil konsistensi seluruh insan Peruri dalam menjaga integritas. Sejak awal dipantau Pefindo, peringkat AAA ini tidak pernah lepas. Ini modal kepercayaan diri kami untuk terus melanjutkan transformasi bisnis,” tegas Dwina dalam keterangannya, Selasa (1/4/2026).
Saat ini, Peruri tengah bertransformasi dari sekadar perusahaan percetakan uang menjadi perusahaan teknologi high security. Tanpa menanggalkan kompetensi utama di bidang security printing, Peruri kian agresif memperkuat layanan digital security seperti tanda tangan digital (Peruri Sign) dan stempel digital (Peruri Tera).
Langkah inovatif ini sekaligus mendukung penugasan strategis dalam mempercepat transformasi digital pemerintah, guna menjaga kedaulatan serta pertumbuhan ekonomi nasional di era siber.
Baca Juga: Purbaya Pastikan APBN Aman Hadapi Harga Minyak Meski Tembus 100 Dolar AS per Barel
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga
-
Calon Manajer Koperasi Merah Putih Didominasi Perempuan, Capai 60 Persen!
-
Jaringan Tembus 1,13 Juta Agen, BRI Perkuat Penetrasi Pasar Lewat Sektor Ritel
-
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
-
Ulasan Novel Kendat, Misteri Kasus Berdarah Pulung Gantung di Desa Rangi
-
Menelusuri Lorong Sunyi JGC: Saat Kilau Bacan Rp15 Juta Tak Lagi 'Sewangi' Dulu
-
Channel YB Resmi Tayangkan ASEAN Championship Hyundai Cup 2026, Reza Arap Siapkan Beragam Program
-
Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR
-
OURBIRTHDAY Ungkap 3 Member Pertama, Girl Group Baru JYP Setelah 4 Tahun
-
Mengapa Isu Kesehatan Dinilai Lebih Efektif Mendorong Pertanian Berkelanjutan?