- Menteri Keuangan Purbaya bertemu Dubes Tiongkok Wang Lutong untuk memperkuat sinergi ekonomi serta potensi kerja sama kedua negara.
- Pertemuan ini terjadi setelah Menkeu mempertimbangkan pajak tambahan untuk produk Tiongkok di *e-commerce* akibat keluhan warganet.
- Pemerintah sedang meninjau dampak persaingan harga produk Tiongkok yang diduga mendapat subsidi ekspor hingga 15 persen.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Senin (30/3/2026) kemarin.
Dalam unggahan di akun Instagram, Purbaya mengatakan kalau pertemuan itu menjadi salah satu upaya penguatan kolaborasi dan sinergi ekonomi antar Indonesia dan China.
"Pertemuan ini merupakan salah satu upaya penguatan kolaborasi dan sinergi, khususnya di bidang ekonomi, antara kedua negara," demikian keterangan dari akun Instagram @menkeuri, dikutip Selasa (31/3/2026).
Lewat diskusi ini, Menkeu Purbaya Indonesia dan Tiongkok dapat memperluas potensi kerja sama ke depannya, termasuk di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan perdagangan internasional.
Ia juga optimistis kolaborasi ini akan membuat perekonomian Indonesia dan Tiongkok tumbuh lebih baik.
"Duta Besar Wang mengapresiasi inisiatif tersebut dan menyatakan bahwa Tiongkok turut memberikan dukungan atas penguatan kerja sama ini," tulis caption tersebut.
Rencana Purbaya tarik pajak tambahan ke produk China
Unggahan ini muncul setelah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berencana untuk menarik pajak tambahan dari produk China yang dijual di e-commerce Tokopedia hingga TikTok Shop.
Hal ini diungkap Menkeu Purbaya usai melakukan live TikTok beberapa waktu lalu, di mana ada keluhan dari warganet soal maraknya produk China yang menguasai marketplace dan mengancam produk dalam negeri.
"Ada masukan juga yang menarik sih. Kita sudah curiga cuma itu kan konfirmasi lebih lanjut, bahwa perdagangan yang offline itu terganggu oleh perdagangan online. Yang saya pikir tadinya online sebagian besar kan orang Indonesia juga. Rupanya banyak juga yang dikuasai bukan orang Indonesia," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: 97 Persen Mesin Tambang Bitcoin AS Ternyata Buatan China
Berangkat dari laporan itu, Purbaya mengatakan bahwa Pemerintah bakal memikirkan langkah yang lebih taktis agar penjual offline tetap bisa hidup. Begitu pula dengan para pedagang yang jualan online.
"Jadi kita akan pikirkan langkah yang lebih taktis nanti supaya yang offline bisa hidup. Tapi kalau misalnya kita switch ke online juga harusnya yang Indonesia yang hidup. Nanti kita pikirin," imbuhnya.
Bendahara Negara juga mendapatkan laporan kalau produk China mendapatkan subsidi ekspor dari Pemerintahnya hingga 15 persen. Walhasil saat dijual ke Indonesia, barang tersebut bisa dijual lebih murah.
"Kalau barang dari China bersaing dengan barang dari sini secara langsung kita at cost disadvantage atau at price disadvantage. Kenapa? Saya denger kalau orang China ekspor itu dapat 15 persen tunjangan dari pemerintahnya. Betul apa enggak untuk barang-barang di sini akan saya double check. Tapi di luar ada yang bilang seperti itu," beber dia.
Saat ditanya apakah bakal menerapkan pajak tambahan ke produk China, Purbaya mengaku bakal menampung usulan tersebut.
"Saya tampung usul Anda, saya pikirin nanti," pungkasnya.
Berita Terkait
-
97 Persen Mesin Tambang Bitcoin AS Ternyata Buatan China
-
Dikejar Target Ekonomi 6 Persen! Menkeu Purbaya: Jika Gagal, Mungkin Disuruh Mundur!
-
Purbaya Ungkap Langkah Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Global
-
Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak
-
Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?
-
Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!
-
Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI