Bisnis / Makro
Kamis, 02 April 2026 | 07:55 WIB
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 1,93% meskipun investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp163 miliar.
  • Penguatan pasar modal global dipicu meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta kenaikan ekspor Asia.
  • Analis merekomendasikan strategi spekulatif beli pada sejumlah saham pilihan dengan mempertimbangkan target harga dan batas risiko.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup menguat sebesar 1,93%.

Meskipun mencatatkan kenaikan, perdagangan tersebut diiringi dengan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing dengan nilai akumulasi sekitar Rp163 miliar.

Berdasarkan data aktivitas pasar, beberapa saham perbankan dan komoditas menjadi sasaran jual bersih terbesar oleh pemodal asing, yaitu BMRI, BBRI, BBNI, ANTM, dan ITMG.

Untuk pergerakan hari ini, IHSG diproyeksikan memiliki potensi untuk melanjutkan tren penguatan, didorong oleh membaiknya sentimen pasar global.

Secara teknikal, area support indeks saat ini berada pada rentang 7.025 hingga 7.130, sementara area resistance berada pada rentang 7.200 hingga 7.300.

Sentimen Global: Wall Street dan Bursa Asia Bergerak Menguat

Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) kompak ditutup menguat pada perdagangan hari Rabu (1/4/2026). Indeks Dow Jones tercatat naik 0,48%, S&P 500 menguat 0,72%, dan Nasdaq Composite mengalami kenaikan sebesar 1,16%.

Penguatan di bursa AS ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Penurunan risiko geopolitik ini turut memberikan dampak langsung pada pasar energi, di mana harga minyak mentah jenis WTI melemah 1,24% ke level US$ 100,12 per barel dan minyak Brent turun 2,7% ke level US$ 101,16 per barel.

Baca Juga: Beredar Jadi Dirut BEI Periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik Siap Kirim Surat Lamaran ke OJK

Investor saat ini juga menantikan kejelasan arah kebijakan lebih lanjut melalui pidato resmi pemerintah AS.

Searah dengan bursa AS, pasar saham di kawasan Asia-Pasifik juga bergerak di zona hijau. Indeks Kospi di Korea Selatan melonjak signifikan sebesar 8,4%, didukung oleh data ekspor bulan Maret 2026 yang tumbuh 48,3% secara tahunan (year on year) akibat tingginya permintaan produk semikonduktor.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 di Jepang juga ditutup melesat sebesar 5,2%.

Ide Perdagangan Saham Hari Ini

Berdasarkan analisis teknikal harian BNI Sekuritas, berikut adalah beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk aktivitas perdagangan hari ini:

EMTK: Speculative Buy di area 745-760, dengan batas cutloss di bawah 725 dan target terdekat pada rentang 785-820.

Load More