- Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dikabarkan melamar posisi Dirut BEI periode 2026-2030.
- Jeffrey akan menyerahkan surat lamaran sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa (31/3/2026).
- Visi Jeffrey adalah menjadikan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bursa berkelas dunia dalam kepemimpinan mendatang.
Suara.com - Beredar kabar Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, sudah mengajukan lamarannya untuk pencalonan Dirut BEI periode kepemimpinan baru 2026-2030.
Saat ditanya terkait konfirmasi, dia pun akan memberikan surat lamarannya sesuai dengan waktu yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Belum, tapi nanti aja sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh OJK," katanya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (31/3/2026).
Dia pun memiliki visi dan misi jika menjadi calon Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satunya membawa pasar modal lebih berkelas dunia.
"Tentu bagaimana kita bisa membawa Bursa Efek Indonesia menjadi bursa kelas dunia," jelasnya.
Sebagai informasi, nama Jeffrey Hendrik dikabarkan masuk dalam satu dari tiga paket bursa calon pimpinan BEI.
Adapun Jeffrey didapuk sebagai calon direktur utama yang namanya akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan BEI.
Lalu, ada nama lain seperti Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, Kepela Divisi Keuangan dan Akuntansi BEI R. Haid or Musa, dan Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdallohz.
Selain itu, ada nama Eks Komisaris BRI Danareksa Sekuritas R.M. Irwan, Eks Kepala Divisi Pengembangan Teknologi Informasi BEI Abdul Munim, Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina Atep Salyadi Dariah Saputra yang juga menjadi Direksi BEI.
Baca Juga: 97 Pinjol Langgar Aturan Persaingan Usaha, OJK Buka Suara
Berita Terkait
-
Denda dan Larangan Seumur Hidup: Sanksi OJK untuk Saham POSA dan Benny Tjokrosaputro
-
OJK Jatuhkan Denda Rp5,6 Miliar dalam Kasus IPO POSA, Benny Tjokro Disanksi Seumur Hidup
-
OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?
-
Paripurna DPR Setujui 5 Pimpinan OJK Priode 2026 - 2031
-
Survei OJK: Perbankan Tetap Solid di Awal 2026, Meski Inflasi dan Rupiah Jadi Tantangan
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
BBCA Jadi Bidikan Asing, Dana Rp1,19 triliun Lenyap Selama Dua Hari
-
Sambut ARTJOG 2026 di Yogyakarta, BRImo Hadirkan Kemudahan Pembelian Tiket: Diskon Sampai 15%
-
Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo
-
Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce
-
Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini
-
Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah
-
Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen
-
Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050
-
BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell