- Pemerintah menindak 2.162 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi karena tidak memenuhi standar operasional melalui sanksi peringatan hingga penutupan sementara.
- Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan tindakan ini dilakukan untuk menjaga kualitas kesehatan dan pengelolaan operasional program makan bergizi.
- Hingga Maret 2026, program telah mencakup 38 provinsi dengan 61 juta penerima manfaat yang memerlukan pengawasan ketat terintegrasi.
Suara.com - Sebanyak 2.162 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditangguhkan atau suspend karena dinilai tidak memenuhi standar operasional.
Pemerintah kini memperketat pengawasan untuk memastikan kualitas pelaksanaan program tetap terjaga.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, mengungkapkan ribuan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah di-suspend itu, kini telah dikenai sanksi mulai dari pemberian surat peringatan (SP) hingga penutupan sementara.
"Sebanyak 26.066 SPPG telah beroperasi dengan 2.162 (SPPG) ditutup sementara. Dan yang di-suspend 1.789. SP 1 ada 368, SP 2 ada 5. Totalnya 2.162," beber Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (2/5/2026).
Ia menjelaskan, penindakan tersebut merupakan bagian dari proses evaluasi dan pembenahan agar pelaksanaan program tetap sesuai standar yang ditetapkan, terutama terkait aspek kesehatan, kualitas makanan, dan pengelolaan operasional.
"Tapi ini bergerak terus. Ini yang enggak tertib, yang belum memenuhi SLHS dan lain-lain. Jadi kita terus-menerus (evaluasi). Tentu masih ada kurang sana-sini, tapi semakin hari insyaallah akan semakin bagus," katanya.
Menurut Zulhas, ribuan SPPG yang telah terkena suspend diminta untuk melakukan perbaikan. Namun, pemerintah akan mengambil langkah tegas jika pelanggaran tidak segera diperbaiki.
"Jadi tadi ada 2.162 jumlah totalnya tadi, tapi 1.789 di-suspend agar bisa diperbaiki. Kalau enggak diperbaiki, ya kita tutup," tegas Zulhas.
Di sisi lain, program MBG sendiri terus diperluas cakupannya. Hingga akhir Maret 2026, program ini telah menjangkau 38 provinsi dengan jumlah penerima manfaat mencapai lebih dari 61 juta orang.
Baca Juga: Perbankan Berbondong-bondong Beri Kredit Triliunan Rupiah ke Program MBG
"Progress ya, 30 Maret 2026, itu sudah, berada di 38 provinsi, mencapai 61.680.043 penerima manfaat," ungkap Zulhas.
Ketua Umum PAN itu menilai besarnya skala program ini membuat pengawasan menjadi krusial, mengingat potensi risiko di lapangan juga meningkat. Pemerintah pun mulai menyiapkan sistem pengawasan yang lebih terintegrasi dan responsif.
"Nah, ini ada tiga aturan lagi, misalnya untuk penanganan percepatan komplain. Sehingga nanti di BGN ada call center, di sini kami bikin juga nanti command center," kata Zulhas.
Pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, tetapi juga akan melibatkan pemerintah daerah hingga fasilitas layanan kesehatan untuk memastikan kualitas program tetap terjaga di seluruh wilayah.
"Sehingga kalau ada di ujung desa, ada di ujung kabupaten, ngadu, ya bisa langsung kita ambil langkah-langkah untuk penanganan, gitu. Cepat. Kalau bisa hari ini lapor, hari ini bisa diselesaikan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas
-
Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026
-
Awalnya Mau Lapor Polisi, Akhirnya Pria "Joget Cuan MBG" Minta Maaf
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor