- OJK dan BEI memastikan tidak ada revisi target 50 perusahaan IPO sepanjang tahun 2026 di Jakarta.
- Kondisi pasar modal yang dipengaruhi sentimen domestik dan geopolitik global menyebabkan beberapa perusahaan menunda jadwal IPO.
- Sebanyak 12 perusahaan saat ini masuk dalam antrean pipeline pencatatan saham di BEI per Maret 2026.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menekankan belum ada rencana ada perubahan mengenai target pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) sepanjang tahun 2026.
Pasalnya, pada awal tahun 2026, belum ada perusahaan yang mengajukan IPO. Dalam hal ini, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan tidak ada revisi target pencatatan efek hingga saat ini.
Pasalnya, sepinya IPO terjadi dikarenakan kondisi pasar modal Indonesia, baik karena sentimen domestik maupun geopolitik global.
"Nggak ada. Dari penggalangan dana belum kita revisi. Kita optimis. Semoga ya. Doa kita semua kalau ada pemulihan yang cepat disertai dengan upaya reformasi yang sudah kita hadirkan momentumnya dapet ungkap Hasan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Dia mengatakan, dari banyak perusahaan yang mengajukan. Namun, OJK masih harus melohkhat dan perlu waktu tepat untuk perusahaan yang ingin IPO.
"Bukan ditolak saja, tapi ada juga yang menunda karena memang timing yang dirasakan kurang pas jadi kita hargai itu. Ternyata animo mendaftar untuk pernyataan efektif maupun tercatat di bursa jumlah angkanya cukup signifikan. Jadi belum ada kebutuhan untuk revisi dalam waktu dekat," jelas Hasan.
Senada yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengaku optimis dengan jumlah IPO yang ditargetkan. Adapun sepanjang tahun ini, BEI menargetkan 555 pencatatan efek, termasuk 50 IPO perusahaan baru.
"Tentu kita harus optimis nih teman-teman sekalian. Dengan kita meningkatkan dari sisi transparansi, kepercayaan akan meningkat. Tentu harapannya lebih banyak pihak yang melakukan investasi. Dari sisi supply side justru lebih semangat nih. Karena apa? Kalau orang sudah percaya demand side-nya juga mendukung tentunya supply side akan menjadi lebih atraktif untuk dia masuk ke pasar," bebernya.
Nyoman menambahkan, BEI tengah memperbaiki ekosistem pasar modal Indonesia. Ia juga akan menyampaikan perkembangan IPO ke OJK sesuai dengan asumsi kondisi pasar modal saat ini.
Baca Juga: Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia
"Kita akan menyampaikan dalam waktu dekat ke OJK. Jadi kita masih menghitung untuk dengan asumsi semuanya kita yakinkan infrastruktur, terus kemudian semua rencana program kerja kita jalan," pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan data antrean IPO BEI per 27 Maret 2026, terdapat 12 calon perusahaan yang masuk dalam pipeline pencatat saham. Dari jumlah tersebut, 11 perusahaan masuk kategori aset berskala besar di atas di atas Rp 250 miliar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
BNI Ajak Nasabah Kurangi Emisi Lewat Fitur wondr earth, Hitung Jejak Karbon hingga Tanam Pohon
-
Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil
-
Menaker Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas Hadapi AI
-
IHSG Sepekan Loyo ke Level 7.026, Asing Jual Rp 33 Triliun!
-
Usai Divonis Bebas Kasus Video Profil Desa, Amsal Sitepu Ditunjuk Jadi Ketua Gekrafs Karo
-
Sektor Properti 2026 Ngegas! Kredit Tembus 13 Persen
-
Bos BP BUMN Cari Peruntungan Sektor Energi Lewat Kolaborasi ExxonMobil
-
Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV
-
Bukan Prediksi, Ini Strategi Raih Profit saat Trading Emas
-
Harga Pangan Hari Ini Melonjak, Cabai Rawit Tembus Rp119 Ribu/Kg, Ayam Rp52 Ribu