- OJK menyelenggarakan program GERAK Syariah 2026 di Jakarta untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional.
- Total aset keuangan syariah per Desember 2025 mencapai Rp3.100 triliun dengan pertumbuhan pembiayaan perbankan sebesar 9,58 persen.
- Program GERAK Syariah 2026 berhasil melibatkan lebih dari 8,3 juta peserta serta menyalurkan dana sosial Rp86,2 miliar.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pertumbuhan sektor jasa keuangan syariah yang stabil menunjukkan potensi besar dalam mendukung ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“Fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang sudah baik menjadi kekuatan penting bagi perekonomian Indonesia. Dengan populasi muslim mencapai 244,7 juta orang, potensi pengembangan sektor ini sangat besar,” ujarnya di Jakarta, Kamis (3/4/2026).
Dia merinci total aset keuangan syariah mencapai Rp3.100 triliun per Desember 2025. Angka ini meningkat sebesar 8,61 persen secara tahunan (year on year/yoy).Kinerja ini ditopang oleh intermediasi yang terus menguat.
"Pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,58 persen menjadi Rp705 triliun, seiring kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10,14 persen," jelasnya.
Ia menambahkan, OJK terus mendorong sektor keuangan syariah agar berkontribusi terhadap program prioritas pemerintah, termasuk melalui penguatan pembiayaan bagi UMKM, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga pengentasan kemiskinan.
Friderica berharap sinergi yang terbangun selama Ramadan dapat berlanjut sepanjang tahun untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Senada, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan syariah.
“Dengan bergerak bersama, literasi dan inklusi keuangan syariah dapat tumbuh lebih cepat, menjangkau masyarakat lebih luas, serta mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Dicky.
Baca Juga: OJK Tindak 233 Pelaku Pasar yang Nakal, Denda Tembus Rp96,33 Miliar
Sepanjang pelaksanaan GERAK Syariah 2026, tercatat 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, dan 890 kegiatan sosial. Jumlah peserta edukasi mencapai 8.350.391 orang, meningkat 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi kinerja, penghimpunan dana keuangan syariah mencapai Rp6,83 triliun, sementara penyaluran dana sebesar Rp6,86 triliun. Keduanya menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, program ini juga memberikan dampak sosial yang luas dengan total penerima manfaat mencapai 266.421 orang dan dana sosial tersalurkan sebesar Rp86,2 miliar.
Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 158.203 penerima manfaat dengan dana Rp30,75 miliar.
Friderica menilai capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah sekaligus fondasi penting bagi penguatan ekonomi syariah nasional.
Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia yang juga Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keuangan syariah memiliki keterkaitan erat dengan sektor ekonomi riil.
Berita Terkait
-
OJK Bakal Awasi Bank yang Kasih Dividen Jumbo
-
OJK Batasi TKA di Bank 2026, Wajib Transfer Ilmu dan Kirim Pegawai Lokal ke Luar Negeri
-
OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia
-
Banyak Pemudik saat Lebaran Bikin Kinerja Industri Asuransi Perjalanan Melonjak
-
Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur
-
Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah
-
Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan
-
Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya
-
IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang
-
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun