- Bank Indonesia melaporkan lonjakan signifikan harga komoditas pangan nasional per Jumat pagi melalui sistem PIHPS Nasional.
- Kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai, daging sapi, daging ayam, telur, bawang, minyak goreng, dan gula pasir.
- Tingginya harga berbagai kebutuhan pokok tersebut menciptakan tekanan inflasi pangan yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Suara.com - Harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan. Data terbaru dari Bank Indonesia melalui sistem PIHPS Nasional menunjukkan lonjakan signifikan pada sejumlah komoditas pangan di tingkat eceran secara nasional.
Per Jumat pagi, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp119.400 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas dengan kenaikan paling tinggi. Sementara itu, harga daging ayam ras juga terpantau di level Rp52.150 per kilogram.
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp82.500 per kg, cabai merah keriting Rp53.450 per kg, dan cabai rawit hijau Rp56.550 per kg. Kenaikan harga cabai ini terus menjadi perhatian karena berdampak langsung pada inflasi pangan.
Di sisi lain, harga protein hewani juga relatif tinggi. Daging sapi kualitas I tercatat Rp163.750 per kg, sementara kualitas II di angka Rp160.000 per kg. Telur ayam ras pun berada di harga Rp42.050 per kg.
Untuk komoditas beras, harga masih berada di level stabil namun cenderung tinggi. Beras kualitas bawah dijual mulai Rp17.550 hingga Rp17.650 per kg.
Sementara beras medium berkisar Rp18.900–Rp19.250 per kg, dan beras kualitas premium mencapai Rp20.750 per kg, sebagaimana melansir dari laman Antara, Jumat (3/4/2026)
Komoditas bumbu dapur lainnya juga belum menunjukkan penurunan signifikan. Bawang merah berada di harga Rp68.150 per kg dan bawang putih Rp55.950 per kg.
Harga minyak goreng curah tercatat Rp22.050 per liter. Untuk minyak goreng kemasan, harga berkisar Rp25.500 hingga Rp27.950 per liter, tergantung merek.
Sementara itu, gula pasir premium dijual Rp26.750 per kg, dan gula lokal di angka Rp22.250 per kg.
Baca Juga: Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas
Kenaikan harga sejumlah komoditas ini menjadi indikator tekanan inflasi pangan yang masih berlangsung. Pergerakan harga cabai, daging, dan bahan pokok lainnya akan terus menjadi perhatian pemerintah dan pelaku pasar dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Berita Terkait
-
Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik
-
H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram
-
Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara