- BPS mencatat tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Indonesia turun menjadi 44,89 persen selama periode Februari 2026.
- Penurunan okupansi hotel terjadi secara nasional akibat faktor musiman, cuaca ekstrem, serta dimulainya momentum bulan suci Ramadan.
- Kalimantan Barat, Bali, dan Jakarta menjadi tiga daerah dengan tingkat okupansi hotel tertinggi di seluruh wilayah Indonesia.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel di Indonesia cenderung sepi selama periode Februari 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyatakan, TPK hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 44,89 persen. Angka ini menurun baik secara bulanan (month-to-month atau mom) maupun tahunan (year-on year atau yoy).
"TPK Hotel klasifikasi bintang pada bulan Februari tahun 2026 mencapai 44,89 persen atau mengalami penurunan secara mom atua bulanan 2,64 persen. Sedangkan secara tahunan mengalami penurunan sebesar 2,32 persen," katanya, dikutip Jumat (3/4/2026).
Ateng mengakui kalau penurunan okupansi hotel berbintang selama Februari 2026 hampir terjadi di seluruh provinsi Indonesia. Hanya 10 provinsi yang mengalami peningkatan.
Adapun tiga besar daerah yang memiliki TPH Hotel Klasifikasi Bintang tertinggi ada di Provinsi Kalimantan Barat (56,27 persen), Bali (55,4 persen), dan Jakarta 51,72 persen.
Penyebab hotel sepi di Februari 2026
Ateng lalu mengungapkan sejumlah faktor yang membuat TPK hotel sepi di Februari 2026. Umumnya ini terjadi karena memang faktor musiman.
"Penurunan angka TPK Hotel Bintang secara umum cenderung dipengaruhi oleh adanya peak season ya, liburan Natal dan juga Tahun Baru, serta kondisi cuaca ekstrim yang juga turut serta mempengaruhi penurunan aktivitas kunjungan wisata untuk menginap di Hotel Berbintang," papar dia.
Selain itu, momentum Ramadan 2026 yang dimulai pada 18-19 Februari 2026 juga dianggap Ateng cenderung membuat wisatawan menahan diri untuk liburan.
Baca Juga: Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China
"Ramadan tahun 2026 yang dimulai pada tanggal 18 atau 19 Februari 2026 membuat wisatawan cenderung ya tadi menahan diri karena dalam rangka untuk yang persiapan di Ramadan," jelasnya.
Lebih lanjut, Ateng mengungkapkan secara umum tingkat hunian hotel berbintang masih lebih tinggi dibandingkan hotel non-bintang, dan akomodasi lainnya di hampir seluruh provinsi.
"Bisa dilihat bahwa TPK hotel bintang secara umum ya lebih tinggi dibandingkan dengan TPK hotel non bintangnya," jelasnya.
Berita Terkait
-
Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China
-
Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya
-
BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?
-
Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam
-
Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!
-
BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan
-
Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT
-
Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
-
Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura
-
PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia
-
Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?
-
Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing
-
BTN dan BPS Berkolaborasi Hadirkan Solusi Berbasis Data Guna Perluas Akses Kepemilikan Rumah