- Asing Net Sell Rp 23,34 Triliun. Terjadi pembalikan drastis dari net buy di Februari, dipicu ketidakpastian global.
- IHSG turun 14,42 persen secara bulanan, sementara yield SBN naik mencerminkan peningkatan risiko.
- Kinerja reksa dana tetap stabil dengan net subscription Rp 29,12 triliun, menunjukkan kepercayaan lokal masih kuat.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan banyak investor asing membawa kabur dananya dari pasar modal Indonesia. Hal ini seiring dengan kondisi geopolitik di Timur Tengah.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan dengan kondisi itu membuat banyak investor asing jual saham RI secara massal.
"Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 23,34 triliun di pasar saham pada Maret 2026. Angka tersebut berbalik tajam dibandingkan Februari 2026 yang masih mencatat net buy Rp 0,36 triliun. Lonjakan aksi jual ini dipicu transaksi di pasar negosiasi pada sejumlah saham emiten," ujarnya saat konferensi pers RDK Bulanan di kutip dari Youtube OJK, Selasa (6/3/2026).
Dia mengatakan tekanan tersebut turut menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di level 7.048,22 pada akhir Maret 2026. Secara bulanan, IHSG terkoreksi 14,42 persen, sementara secara tahun berjalan melemah 18,49 persen.
Menurut Hasan, meningkatnya volatilitas pasar dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah, sehingga mendorong pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see.
Dari sisi aktivitas perdagangan, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) tercatat sebesar Rp 20,66 triliun, turun dibandingkan Februari 2026 yang mencapai Rp 25,62 triliun.
Meski demikian, likuiditas pasar dinilai masih terjaga dengan rata-rata bid-ask spread sebesar 1,55 kali.
Sementara itu, tekanan juga terjadi di pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 433,16, terkoreksi 2,03 persen secara bulanan dan 1,74 persen secara tahun berjalan.
Kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN) rata-rata sebesar 44,47 basis poin secara bulanan dan 54,51 basis poin secara tahun berjalan mencerminkan meningkatnya persepsi risiko investor.
Baca Juga: IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001
Di pasar SBN, investor asing mencatatkan kasi jual Rp 21,80 triliun secara bulanan, sehingga total net sell sepanjang tahun berjalan mencapai Rp 25,09 triliun. Sebaliknya, di pasar obligasi korporasi, investor masih mencatat aksi beli Rp 0,92 triliun secara bulanan.
Di tengah tekanan pasar, kinerja industri pengelolaan investasi relatif lebih stabil. Nilai dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) tercatat sebesar Rp 1.084,10 triliun, turun 1,62 persen secara bulanan, namun masih tumbuh 3,97 persen secara tahun berjalan.
Adapun Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp 695,71 triliun, terkoreksi 2,51 persen secara bulanan, tetapi tetap mencatatkan pertumbuhan 3,02 persen secara tahun berjalan.
Hasan menambahkan, kinerja reksa dana yang masih terjaga didukung oleh tingginya minat investor, tercermin dari net subscription sebesar Rp 29,12 triliun sepanjang tahun berjalan.
"Hal ini menunjukkan kepercayaan investor domestik masih cukup kuat di tengah dinamika pasar global," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
BPMA Gandeng BUMN, Industri Migas Aceh Prioritaskan Gunakan Produk Lokal
-
IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001
-
Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun, UBS Ikutan Anjlok!
-
DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya
-
IHSG Anjlok di Bawah Level 7.000, Mampukah Rebound Hari Ini?
-
Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas
-
Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program
-
Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan
-
Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur
-
OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI