Bisnis / Keuangan
Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:32 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani. [Tangkapan Layar].
Baca 10 detik
  • BPI Danantara membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada 18 Mei 2026 sebagai makelar ekspor komoditas nasional ke pasar asing.
  • Rosan Roeslani menyatakan perusahaan saat ini masih dalam proses memperkuat struktur tim direksi dan komisaris demi operasional optimal.
  • Perusahaan tersebut telah menetapkan modal dasar serta menempatkan PT Danantara Investment Management sebagai pemegang saham mayoritas seri A.

Suara.com - CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, masih merahasikan struktur komisaris dan direksi perusahaan makelar ekspor komoditas PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Saat ini, Danantara Sumber Daya Indonesia hanya memiliki satu komisaris dan direksi yang masing-masing diduduki oleh Harold Jonathan Dharma TJ dan Luke Thomas Mahony.

Menurut Rosan, Danantara masih mencari sosok yang bisa menguatkan operasional Danantara Sumberdaya Indonesia.

"Ya ini kan kita lagi dalam tahap untuk menguatan tim. Nanti kita akan, nanti akan kita tampilkan fullnya tim," ujarnya di Istana Kepresidenan yang dikutip, Jumat (22/5/2026).

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). [Suara.com/Achmad Fauzi].

Rosan yang juga sebagai Menteri Investasi dan Hiliirisasi/Kepala BKPM ini, menilai kehadiran Luke Thomas memang sesuai dengan keahlian di sektor komoditas hingga pertambangan.

"Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas gitu. Seperti kita bangun Danantara dulu," ucapnya.

Sebelumnya, BPI Danantara telah membentuk entitas swasta yang akan menjadi makelar ekspor komoditas, minyak kelapa sawit mentah, batu bara, dan paduan logam PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI)

Nantinya, Danantara Sumberdaya Indonesia ini akan sebagai perantara antara perusahaan komoditas di dalam negeri ke penjual asing.

Berdasarkan data Direktot Jenderal Administrasi Hukum Umum yang beredar di media sosial, DSI baru dibentuk pada 18 Mei 2026.

Baca Juga: Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Adapun, modal dasar pembentukan DSI untuk Seri A senilai Rp 99.750.000, di mana harga per lembar Rp 250.000 dengan jumlah lembar saham 399. Sedangkan untuk Seri B sebesar Rp 250.000, di mana harga per lembar saham Rp 250.000 dengan jumlah lembar saham.

Sementara, modal yang ditempatkan untumk DSI untuk Seri A sebesar Rp 24.750.000 yang mana harga saham per lembarnya Rp 250.000 dengan jumlah sahamnya mencapai 99. Lalu, untuk Seri B, Seri B sebesar Rp 250.000, di mana harga per lembar saham Rp 250.000 dengan jumlah lembar saham.

Danantara juga memberikan penyetoran modal senilai Rp 25.000.000 dalam bentuk uang kepada DSI.

Dilihat dari komposisi kepemilikan saham, mayoritas saham Seri A DSI digenggam oleh PT Danantara Investment Management (DIM) yang dikepalai oleh Pandu Sjahrir dengan jumlah saham 99.

Sisanya, saham Seri B sebesar 1 persen dipegang oleh PT Danantara Mitra Sinergi.

Load More