- Indodana & Sharp perluas akses cicilan elektronik guna dongkrak daya beli.
- Konsumsi rumah tangga sumbang 50% PDB RI di tengah tren layanan keuangan digital.
- Tersedia skema cicilan ringan dan promo khusus yang berlangsung hingga September 2026.
Suara.com - Konsumsi rumah tangga hingga kini masih menjadi tumpuan utama motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di tengah bayang-bayang ketidakpastian global. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kontribusi sektor ini tetap stabil di angka lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Di tengah upaya menjaga momentum pertumbuhan tersebut, pergeseran perilaku belanja masyarakat kian nyata, terutama dengan melesatnya adopsi layanan keuangan digital. Skema Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater kini muncul sebagai alternatif pembiayaan primadona bagi masyarakat untuk memboyong barang tahan lama, seperti produk elektronik.
Merespons tren tersebut, Indodana Finance (PT Indodana Multi Finance) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Sharp Electronics Indonesia. Langkah ini diambil untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus memberikan kemudahan bagi konsumen dalam memiliki perangkat elektronik berkualitas.
Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto mengungkapkan, perangkat elektronik saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama guna menunjang produktivitas rumah tangga. Melalui skema cicilan digital, masyarakat bisa mendapatkan produk tanpa harus terbebani pembayaran penuh di awal.
"Kerja sama strategis Indodana Finance dengan SHARP Indonesia merupakan langkah nyata kami dalam memperkuat ekosistem pembiayaan digital di sektor retail elektronik," ujar Iwan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Senada, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo menilai kehadiran pembiayaan digital sangat efektif memperluas jangkauan pasar. Kolaborasi ini juga menjadi kado spesial dalam momentum perayaan 56 tahun kehadiran Sharp di tanah air.
“Indodana Finance telah menjadi mitra pembiayaan terpercaya dalam memberikan fleksibilitas bagi pelanggan kami. Kerja sama ini memastikan produk Sharp dapat dijangkau lebih mudah melalui solusi pembayaran yang aman dan cepat,” kata Andry.
Guna menarik minat konsumen, kolaborasi ini juga menghadirkan beragam program promosi dan opsi cicilan ringan tanpa biaya tambahan tertentu. Program ini akan diintegrasikan dengan kampanye penjualan besar-besaran yang berlangsung hingga September 2026 mendatang.
Meski pembiayaan digital terus tumbuh, sejumlah pengamat mengingatkan pentingnya penguatan literasi keuangan bagi masyarakat. Hal ini diperlukan agar kemudahan akses kredit tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan konsumsi dan tidak memicu pembengkakan risiko utang rumah tangga di masa depan.
Baca Juga: Masyarakat Indonesia Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp100,69 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan
-
BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ
-
Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam
-
Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!
-
BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan
-
Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT
-
Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
-
Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura
-
PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia
-
Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?