- OJK mencatat outstanding utang pinjol di Indonesia mencapai Rp100,69 triliun dengan pertumbuhan 25,75 persen pada Februari 2026.
- Industri pembiayaan modal ventura mencatatkan pertumbuhan nilai pembiayaan sebesar 0,78 persen dengan total mencapai Rp16,46 triliun.
- OJK memantau 19 perusahaan pembiayaan dan penyelenggara pinjol yang belum memenuhi ketentuan modal inti serta ekuitas minimum.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding utang masyarakat Indonesia pada layanan Peer to Peer (P2P) Lending atau pinjaman online (pinjol) meningkat.
Adapun, angkanya mencapai Rp100,69 triliun per Februari 2026 dan mengalami peningkatan hingga 25,75 persen secara year-on-year (yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, melaporkan outstanding pinjol ini tercatat meningkat cukup tinggi jika dibandingkan dengan Januari 2026 yang masih berada di level Rp 98,54 triliun.
"Pada industri pinjaman daring, on-standing pembiayaan pada Februari 2026 tumbuh 25,75 persen year-on-year dengan nilai nominal sebesar Rp100,69 triliun. Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 berada di posisi 4,54 persen," kata Agusman dalam konferensi pers hasil RDKB Maret 2026 secara virtual, Senin (6/4/2026).
Sedangkan, untuk pembiayaan modal ventura pada Februari 2026 tumbuh sebesar 0,78 persen year-on-year dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,46 triliun.
Lalu untuk nilai aset industri moda ventura tentu ikut melonjak secara bulanan menjadi Rp 27,63 triliun.
"Pembiayaan modal ventura pada Februari 2026 tumbuh sebesar 0,78 persen year-on-year dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,46 triliun," katanya.
Selain itu, OJK juga terus memantau pemenuhan kewajiban permodalan pelaku industri.
Dari 144 perusahaan pembiayaan, masih terdapat 9 perusahaan yang belum memenuhi ketentuan modal inti minimum sebesar Rp100 miliar.
Baca Juga: Utang Pinjol Warga RI Tembus Rekor Rp100 Triliun, Mulai Banyak yang Gadai Barang
Sementara, dari 95 penyelenggara pindar, sebanyak 10 entitas belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp12,5 miliar.
“Seluruh perusahaan pembiayaan dan penyelenggara pindar tersebut telah menyampaikan action plan kepada OJK,” pungkas dia.
Berita Terkait
-
Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar
-
KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar
-
OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027
-
OJK dan Bareskrim Polri Tangkap Tersangka Kasus BPR DCN di Gambir
-
Pendaftaran Calon Direksi BEI Baru Paling Lambat hingga 4 Mei 2026, Ini Jabatan yang Dicari
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan