News / Internasional
Selasa, 07 April 2026 | 13:22 WIB
Fenomena unik terjadi di sebuah sekolah di wilayah Bình Minh, Hanoi, Vietnam saat para orang tua meninggalkan sementara pekerjaan demi memastikan kualitas makanan anak-anak mereka. [Dan Tri]
Baca 10 detik
  • Orang tua siswa di Binh Minh, Hanoi, Vietnam aktif mengawasi kualitas makanan dalam School Meal Project sejak dua tahun lalu.
  • Wali murid membentuk tim pengawas independen untuk memeriksa keamanan pangan, dokumen pemasok, hingga melakukan uji kualitas air mandiri.
  • Kegiatan rutin mencicipi makanan dan pemantauan dapur sekolah dilakukan untuk memastikan siswa mendapatkan asupan bergizi yang aman dan layak.

Suara.com - Fenomena unik terjadi di sebuah sekolah di wilayah Bình Minh, Hanoi, Vietnam saat para orang tua meninggalkan sementara pekerjaan demi memastikan kualitas makanan anak-anak mereka.

Vietnam menjadi salah satu negara tetangga Indonesia yang memiliki program makanan bergizi untuk para siswa-siswi.

Jika di Indonesia dikenal dengan sebutan MBG, di Vietnam program makanan bergizi untuk siswa-siswi bernama School Meal Project (Bua an hoc dong).

Program ini fokus pada perbaikan gizi anak sekolah, dikelola Kementerian Pendidikan (MOET) bersama sektor swasta (Ajinomoto) dan lembaga gizi nasional Vietnam.

Dilansir dari Dan Tri, selama dua tahun terakhir, mereka aktif memantau langsung dapur sekolah dan mencicipi menu harian siswa.

Salah satu orang tua mengaku rutin menyempatkan waktu untuk datang ke sekolah, bahkan harus pulang kerja lebih awal.

Fenomena unik terjadi di sebuah sekolah di wilayah Bình Minh, Hanoi, Vietnam saat para orang tua meninggalkan sementara pekerjaan demi memastikan kualitas makanan anak-anak mereka. [Dan Tri]

“Kami tidak menunggu ada masalah baru bergerak. Kegiatan ini sudah berjalan efektif selama dua tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para orang tua tergabung dalam tim pengawas keamanan pangan yang seluruh anggotanya merupakan wali murid.

Para orang tua secara berkala memeriksa dokumen legal, kesehatan staf dapur, hingga asal-usul bahan makanan.

Baca Juga: Saga Kontrak Mees Hilgers, FC Twente Tawarkan Proposal Baru di Tengah Godaan PSV Eindhoven

“Daftar pemasok harus jelas. Jika ada perubahan, wajib disertai dokumen lengkap untuk kami evaluasi,” katanya.

Tak hanya itu, para orang tua juga menginisiasi pemeriksaan kualitas air secara mandiri dengan biaya pribadi.

Pemeriksaan dilakukan rutin setiap satu hingga satu setengah bulan untuk air minum, serta enam bulan sekali untuk air penggunaan sehari-hari.

“Kami bahkan membayar sendiri untuk uji kualitas air demi memastikan keamanan anak-anak,” ungkapnya.

Pengawasan dilakukan secara acak tanpa pemberitahuan detail untuk menjaga objektivitas.

Bahkan ketua tim pun tidak mengetahui jadwal pasti kunjungan anggota.

Load More