- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat defisit APBN sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen PDB per 31 Maret 2026.
- Pemerintah sengaja mempercepat belanja negara di awal tahun agar distribusi anggaran lebih merata sepanjang tahun 2026 mendatang.
- Kementerian Keuangan akan terus memonitor realisasi belanja kementerian dan lembaga untuk memastikan efisiensi serta mengendalikan penggunaan anggaran negara.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal tingginya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tembus Rp 240,1 triliun per 31 Maret 2026, atau 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menkeu Purbaya menyatakan kalau defisit APBN sengaja dibuat besar di awal tahun karena Belanja Pemerintah memang dipercepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Saya ingin menciptakan di mana Belanja Pemerintah hampir merata pertumbuhannya sepanjang tahun. Jangan sampai kayak tahun-tahun sebelumnya, numpuk di akhir tahun sehingga dampak ekonominya tidak optimal," katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Purbaya tak menampik kalau Badan Gizi Nasional (BGN) adalah pihak paling disorot karena melakukan belanja paling besar, meskipun ia mengklaim Kementerian dan Lembaga (K/L) lain melakukan hal serupa.
"Yang mana yang paling besar, ya Anda tahu, ada beberapa. Sebetulnya hampir merata, tapi yang menonjol ya BGN lah karena memang anggarannya besar," lanjut dia.
Kendati begitu ia memastikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal memonitor semua pengeluaran K/L. Bahkan Purbaya mengancam tak mencairkan dana apabila belanja tak optimal.
Bendahara Negara juga baru mengetahui Kemenkeu bisa melakukan hal tersebut, yang sudah dilakukan pada 2025 lalu. Ini dilakukan agar Belanja Pemerintah lebih terkontrol.
"Kita akan monitor terus dari waktu ke waktu. Jadi saya akan melihat kalau belanjanya yang ngawur-ngawuran, kan pasti ada tuh, nanti kita kasih peringatan ke Kementerian Lembaga terkait. Dan kalau akan akan diteruskan, kita bisa kasih peringatan bahwa yang ini enggak akan saya bayar. Saya bisa begitu rupanya, da sudah kita lakukan di tahun 2025 kemarin, sehingga belanja lebih terkontrol," tegasnya.
Berdasarkan alokasi APBN 2026, BGN mendapatkan anggaran sebesar Rp 268 triliun. Sebanyak 93 persen dari total alokasi APBN sebesar Rp 268 triliun yang dikelola BGN, dialokasikan untuk Bantuan Pemerintah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim
Di sisi lain Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan penerimaan negara hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp 574,9 triliun. Rincinya yakni dari Penerimaan Perpajakan Rp462,7 triliun (terdiri dari Pajak Rp394,8 triliun serta Kepabeanan dan Cukai Rp67,9 triliun), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp112,1 triliun, dan Penerimaan Hibah Rp100 miliar.
Sementara itu Belanja Negara hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp 815 triliun atau meningkat 31,4 persen secara tahunan alias year on year (yoy). Angka ini meliputi Belanja Pemerintah Pusat Rp 610,3 triliun (terbagi atas belanja Kementerian/Lembaga Rp281,2 triliun dan belanja non K/L Rp329,1 triliun).dan Transfer ke Daerah (TKD) Rp 204 triliun.
Buntut besarnya belanja negara ketimbang penerimaan negara, maka Purbaya mengumumkan defisit APBN mencapai Rp 240,1 triliun per 31 Maret 2026, atau 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Berita Terkait
-
Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim
-
Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Jadi 0 Persen, Purbaya Bisa 'Rugi' Rp 500 Miliar
-
Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!
-
Defisit APBN Tembus Rp240,1 Triliun, Meroket Dibandingkan Awal Tahun 2026
-
Kepala BGN Sambangi Banggar DPR, Said Abdullah Sebut Ada Penajaman Prioritas Anggaran Rp20 Triliun
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
Terkini
-
BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur
-
CNAF Tebar Dividen Rp129 Miliar
-
Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara
-
Bandara Soetta Hujan Ekstrem, Atap Terminal 3 Jebol Hingga 12 Penerbangan Gagal Mendarat
-
Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Jadi 0 Persen, Purbaya Bisa 'Rugi' Rp 500 Miliar
-
Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!
-
Defisit APBN Tembus Rp240,1 Triliun, Meroket Dibandingkan Awal Tahun 2026
-
IHSG Longsor ke Level 6.989, Ini Alasannya
-
Menhub Klaim Kenaikan Fuel Surcharge 38% Tak Diputuskan Sepihak
-
Harga BBRI Tertekan Aksi Jual, Target Harga Sahamnya Masih Menarik?