- Peluncuran OCTOBIZ menjadi strategi Bank CIMB Niaga memperluas layanan untuk pelaku usaha dari UMKM hingga korporasi.
- OCTOBIZ memungkinkan pengelolaan transaksi, payroll, pajak, hingga supply chain dalam satu dashboard.
- Adopsi Tinggi, sudah digunakan 20 Ribu perusahaan dan sejak uji coba Februari 2026, platform ini mendapat respons positif dari pelaku usaha.
Suara.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) mulai serius menggarap segmen korporasi dan bisnis. Salahs satunya, meluncurkan OCTOBIZ, platform digital banking terintegrasi.
Platform ini dapat mengelola transaksi bisnis, baik domestik maupun internasional, secara lebih efisien, aman, dan terpusat.
Direktur Business Banking CIMB Niaga, Rusly Johannes, menjelaskan OCTOBIZ bisa digunakan berbagai segmen usaha, mulai dari kecil hingga korporasi besar.
"Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga menghadirkan berbagai fitur inovatif serta tampilan antarmuka yang lebih intuitif. OCTOBIZ dirancang agar nyaman diakses baik melalui website maupun aplikasi mobile," ujar Rusly dalam acara peluncuran di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, digitalisasi pengelolaan keuangan menjadi langkah strategis bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Selain itu, OCTOBIZ menawarkan berbagai fitur unggulan dalam satu dashboard terintegrasi. Nasabah dapat memantau arus kas secara real-time, termasuk melihat posisi aset dan liabilitas, serta melakukan transaksi lintas negara dengan fitur transfer mata uang asing tanpa konversi ganda.
Lalu, platform ini juga mendukung transaksi payroll dalam jumlah besar, pembayaran pajak dan tagihan rutin, penempatan deposito secara online, hingga pengelolaan supply chain financing. Seluruh layanan tersebut dirancang untuk memudahkan pengelolaan keuangan bisnis dalam satu sistem.
Dari sisi keamanan, OCTOBIZ dilengkapi dengan sistem berlapis yang mencakup enkripsi data, autentikasi pengguna, serta pemantauan transaksi secara real-time.
Platform ini juga mendukung login biometrik guna meningkatkan kenyamanan sekaligus perlindungan bagi pengguna.
Baca Juga: Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi
Sejak diluncurkan secara terbatas pada Februari 2026, OCTOBIZ telah digunakan oleh lebih dari 20 ribu perusahaan. Hal ini mencerminkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap solusi digital yang mampu meningkatkan efisiensi dan integrasi pengelolaan bisnis.
"Melalui OCTOBIZ, kami mengajak pelaku usaha memanfaatkan solusi digital yang tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Kami berharap platform ini dapat mendukung pengelolaan usaha nasabah secara berkelanjutan," pungkas Rusly.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Fasilitasi Impor dan Pengadaan Barang China, Natindo Cargo Bantu UMKM
-
Sidang Korupsi INALUM Bongkar Risiko Penjualan Alloy: Piutang Rp140 Miliar Diduga Akibat Penipuan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?