- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pengadaan motor listrik program Makan Bergizi Gratis menggunakan anggaran tahun 2025 lalu.
- Pemerintah memastikan tidak mengalokasikan dana pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis pada tahun anggaran 2026.
- Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana membantah hoaks jumlah unit dan menyatakan realisasi pengadaan sebanyak 21.801 motor listrik.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan kalau pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari anggaran tahun lalu.
Sedangkan untuk tahun anggaran 2026 ini, Menkeu Purbaya memastikan tidak ada dana untuk pengadaan motor MBG yang diinisiasi Badan Gizi Nasional (BGN). Ia juga mengaku baru mengetahui beberapa waktu belakangan soal pengadaan barang tersebut.
"Tahun lalu itu rupanya. Tahun ini enggak ada. Kita baru tahu belakangan, sudah dipotong anggarannya kalau enggak salah. Saya harus tanya Dirjen Anggaran lagi," katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Setelah mengetahui adanya pengadaan motor listrik untuk MBG, Purbaya memutuskan untuk memotong anggaran tersebut. Ia kembali memastikan tidak ada anggaran motor MBG untuk tahun ini.
"Tanya ke ketua BGN deh, yang jelas tahun ini enggak ada lagi. Saya sudah cek lagi barusan," lanjutnya.
Soal puluhan motor listrik MBG yang viral, ia mengakui kalau itu berasal dari anggaran tahun lalu. Tak menutup kemungkinan kalau barang tersebut memang sudah telanjur dibeli.
"Ya kan anggaran tahun lalu pasti sudah bayar mereka itu. Tanya saja ke Ketua BGN gimana statusnya," jelas dia.
Di sisi lain, Kepala BGN Dadan Hindayana meluruskan simpang siur informasi di media sosial. Dadan membenarkan adanya pengadaan motor listrik tersebut sebagai bagian dari anggaran tahun 2025 untuk menunjang operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun, Dadan membantah angka 70.000 unit yang beredar di masyarakat. Ia menyebut angka tersebut hoaks.
Baca Juga: Diduga Salah Injak Gas, HR-V Tabrak Motor di Joglo: Massa Kesal dan Pukul Kaca Mobil
"Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari total 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," jelas Dadan. Saat ini, belasan ribu motor tersebut masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan belum didistribusikan ke lapangan.
Tag
Berita Terkait
-
Diduga Salah Injak Gas, HR-V Tabrak Motor di Joglo: Massa Kesal dan Pukul Kaca Mobil
-
Viral Deretan Motor Berlogo BGN, Dadan Hindayana: Untuk Operasional MBG di Daerah Sulit
-
Purbaya soal Marak Joki Coretax: Desain Agak Cacat, Sulit Dipakai Orang Biasa
-
Kepala BGN Ungkap Harga Satu Unit Motor Listrik untuk SPPG Rp42 Juta: Belinya di Bawah Pasaran
-
Suzuki Pamerkan New Carry Angkot Concept Sebagai Solusi Transportasi di GIICOMVEC 2026
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
-
Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!
-
Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera
-
LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan
-
Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!