- Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengadakan 21.801 sepeda motor untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis di daerah.
- Kendaraan tersebut bertujuan mempermudah petugas menjangkau pelosok desa yang tidak dapat diakses oleh kendaraan roda empat secara maksimal.
- Seluruh unit motor masih dalam tahap administratif sebagai Barang Milik Negara sebelum didistribusikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan penjelasan resmi terkait pengadaan 21.801 unit sepeda motor operasional untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kendaraan tersebut menurutnya diprioritaskan untuk mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah dengan akses transportasi yang sulit.
Dadan menjelaskan, pengadaan motor ini merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025. Dari total 25.000 unit yang dipesan, sebanyak 21.801 unit telah terealisasi untuk mendukung operasional personel di lapangan.
"Kita akan distribusikan nanti untuk operasional, seluruh orang yang ada di SPPG, terutama di daerah-daerah yang sulit," ujar Dadan saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurut Dadan penggunaan kendaraan roda dua tersebut sangat krusial agar petugas dapat menembus area pelosok dan desa-desa yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan roda empat.
Hal ini dilakukan demi memastikan distribusi makanan bergizi tetap berjalan tepat waktu meskipun medan yang dihadapi ekstrem.
"Program ini kan menjangkau daerah-daerah yang akan sangat sulit, menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang memang hanya bisa dengan motor," katanya.
Penjelasan ini juga merespons video yang viral di media sosial mengenai deretan motor berlogo BGN. Dadan menegaskan bahwa kendaraan tersebut saat ini masih dalam proses administrasi dan belum dibagikan secara resmi kepada para Kepala SPPG.
Sesuai aturan, kendaraan operasional tersebut harus didaftarkan terlebih dahulu sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan untuk menjalankan tugas di lapangan.
"Kita akan distribusikan nanti untuk operasional, seluruh orang yang ada di SPPG, terutama di daerah-daerah yang sulit," tegas Dadan.
Baca Juga: Prabowo Evaluasi Kabinet Setiap Hari, Mensesneg: Belum Ada Rencana Reshuffle
Lebih lanjut, Dadan menyampaikan bahwa realisasi pengadaan ini telah dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025.
Ia juga memastikan bahwa BGN tidak memiliki rencana untuk menambah unit motor operasional pada tahun anggaran berjalan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami