- Dow Jones naik 2,85 persen, S&P 500 naik 2,51 persen, dan Nasdaq melonjak 2,80% setelah ketegangan geopolitik mereda.
- WTI turun lebih dari 16 persen dan Brent turun sekitar 13 persen, mencerminkan meredanya kekhawatiran pasokan energi global.
- Keputusan Trump menunda serangan ke Iran dan membuka peluang negosiasi menjadi pendorong utama reli pasar.
Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (waktu setempat), menyusul meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip CNBC, penguatan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu.
Keputusan tersebut menghentikan sementara konflik selama lima minggu yang sebelumnya sempat mengganggu jalur distribusi energi global, termasuk Selat Hormuz.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.325,46 poin atau 2,85 persen ke level 47.909,92. Ini menjadi kinerja harian terbaik sejak April 2025.
Sementara itu, indeks S&P 500 naik 2,51 persen ke posisi 6.782,81, dan Nasdaq Composite menguat 2,80 persen menjadi 22.635,00.
Di sisi lain, harga minyak dunia justru mengalami penurunan tajam. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) anjlok lebih dari 16 persen dan ditutup di level 94,41 dolar AS per barel, mencatat penurunan harian terbesar sejak April 2020.
Sedangkan minyak Brent turun sekitar 13 persen ke level 94,75 dolar AS per barel.
"Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," tulis Trump di Truth Social. "Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi."
Trump menambahkan, gencatan senjata tersebut bergantung pada persetujuan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Baca Juga: OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
Pemerintah Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi disebut telah menyetujui pembukaan jalur perairan tersebut selama dua minggu, dengan syarat seluruh serangan dihentikan. Israel juga dilaporkan menyetujui gencatan senjata tersebut.
"Bukan hal yang mengejutkan bahwa ada pengumuman penangguhan konflik Iran. Pasar telah jauh lebih baik dalam memprediksi langkah Trump selanjutnya," kata Jay Woods, kepala ahli strategi pasar untuk Freedom Capital Markets.
"Kekhawatiran sekarang adalah apakah jangka waktu ‘dua minggu’ yang sudah terlalu familiar ini akan mengarah pada penyelesaian," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan
-
Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen
-
Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun
-
Belajar dari Sejarah! Anggota DPR Misbakhun Klaim Rupiah Lemah Saat Ini Beda dari Krisis 1998
-
BGN Bantah Anggaran MBG Dipangkas Rp67 T Seperti Klaim Purbaya
-
OJK Tekankan Pentingnya Pasar Modal demi Pertumbuhan 7,5 Persen, Tapi Modal Asing Terus Kabur
-
Wamen ESDM Buka Suara soal Ganti Rugi Blackout Listrik Sumatra
-
Usai 1 Persen Saham Negara Masuk, Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Jadi BUMN
-
BTN Akuisisi Portofolio Kredit SMBCI Rp20 Triliun untuk Perkuat Transformasi Beyond Mortgage
-
5 Rekomendasi Investasi di 2026 untuk Dapat Passive Income, Aman dan Menguntungkan