- Ketegangan AS-Iran dan pelemahan rupiah ke Rp17.105 per dolar AS menekan pergerakan indeks.
- IHSG sempat berfluktuasi dengan sektor industri turun terdalam, sementara infrastruktur menjadi penopang.
- Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.900–7.050 di tengah ketidakpastian pasar.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum positif pada pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. Setelah digempur habis-habisan oleh sentimen global dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak fluktuatif dipengaruhi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Pasar mencermati tenggat waktu yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz. Ketidakjelasan potensi gencatan senjata antara kedua negara turut menjadi sentimen negatif bagi pasar.
Meski demikian, aksi bargain hunting sempat terjadi pada sejumlah saham yang dinilai telah terkoreksi cukup dalam, sehingga menahan pelemahan lebih lanjut.
Secara sektoral, saham sektor industri mencatatkan penurunan terdalam sebesar 2,63 persen, sementara sektor infrastruktur justru menjadi penopang dengan kenaikan 0,76 persen.
Dari sisi makro, tekanan juga datang dari pelemahan rupiah yang ditutup di level Rp 17.105 per dolar AS atau melemah 0,42 persen di pasar spot. Pelemahan ini dipicu penguatan indeks dolar AS serta kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik.
Di kawasan regional, indeks saham Asia ditutup bervariasi dengan investor masih mencermati perkembangan konflik AS-Iran. Sementara itu, indeks futures Wall Street bergerak melemah seiring mendekatnya tenggat waktu geopolitik tersebut.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI mendekati area overbought, sementara histogram MACD masih menunjukkan tren positif. Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif dalam kisaran 6.900 hingga 7.050, dengan level resistance di 7.100 dan support di 6.900.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan pembenahan infrastruktur perdagangan, termasuk evaluasi skema Full Call Auction (FCA) yang ditargetkan rampung pada kuartal II 2026. Langkah ini merupakan bagian dari reformasi pasar modal untuk meningkatkan kualitas transaksi.
Baca Juga: IHSG Justru Melorot di Sesi I, 398 Saham Merah
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 25,53 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,46 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,74 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 261 saham bergerak naik, sedangkan 431 saham mengalami penurunan, dan 266 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, PMJS, KUAS< ESIP, IFSH, MEGA, GSMF, RAAM, URBN.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, CHEM, KKGI, NSSS, TIRT, INTA, TAMA, CANI, INPS.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom
-
BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
Terkini
-
Tak Hanya Pedagang Kecil, BUMN Ini Juga Mulai Rasakan Kelangkaan Plastik
-
Jagung, Gula, hingga Telur Ayam Surplus Sambut El Nino Godzilla
-
Purbaya Sempat Tolak Pengadaan Motor untuk Kepala SPPG
-
Beban Utang Whoosh Ditanggung APBN, Purbaya Siap Ambil Alih Operator Kereta Cepat?
-
Purbaya Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen di Akhir 2026
-
Proyeksi Pasar AHNWI Melejit 10 Persen, Prudential Bidik Orang Kaya RI
-
Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD
-
Kisah Tika, Pejuang Disabilitas yang Akhirnya Temukan 'Rumah' di Pabrik Rokok HS
-
Zulhas Pasang Badan: Meski Dunia Membara, Stok Pangan RI Aman Hingga 2027!
-
OJK: Harus Ada Sanksi Pidana untuk Financial Influencer di Medsos dalam RUU P2SK