Bisnis / Makro
Kamis, 09 April 2026 | 15:11 WIB
CFX Connect Vol. 2 di Auditorium R. Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), pada Kamis (9/42026). Dari kiri ke kanan: Direktur Utama PT Central Finansial X (CFX) Subani, Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Rahmat A. Baskoro, Deputi Direktur Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yogi Syamriadi (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Suara.com - PT Central Finansial X (CFX) menggelar CFX Connect Vol.2 di Auditorium R. Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) di Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat pada Kamis (9/4/2026). Tema yang dibawakan "Membangun Kepercayaan Dalam Ekonomi Aset Keuangan Digital", dengan Peran Regulasi, Infrastruktur Pasar, dan Literasi Melalui Generasi Muda.

Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri, regulator, dan akademisi untuk membahas penguatan ekosistem aset digital di Indonesia.

Diskusi difokuskan pada peran regulasi, infrastruktur pasar, serta literasi dalam mendorong pertumbuhan sektor aset keuangan digital yang berkelanjutan.

Direktur Utama CFX, Subani, menyatakan literasi dan edukasi menjadi faktor penting dalam penguatan ekosistem aset keuangan digital, terutama bagi generasi muda.

"Mayoritas pemilik aset keuangan digital berusia di bawah tiga puluh lima tahun, Gen Z dan milenial, generasi ini menjadi kelompok terbesar yang beraktivitas di kripto," jelas Subani.

Direktur Utama PT Central Finansial X (CFX), Subani (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

CFX juga menegaskan komitmennya dalam mendorong pasar yang transparan, akuntabel, dan terpercaya.

Deputi Direktur Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yogi Syamriadi, menyatakan penguatan tata kelola menjadi fokus utama dalam pengembangan industri ini.

"OJK ingin meningkatkan aspek governance sebagai fondasi utama. Konsumen yang mendaftar pada penyelenggara akan melalui proses KYC atau Know Your Customer untuk memastikan kelayakan, serta dilakukan pengawasan terhadap transaksi," kata Yogi.

Deputi Direktur Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yogi Syamriadi (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Sedangkan Co-Founder Bukalapak, Fajrin Rasyid dalam kajian ini menyoroti pesatnya perkembangan industri ekonomi digital di Asia dalam satu dekade terakhir.

Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp31,42 Triliun, Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

"Regulasi mulai diterapkan dan minat investasi meningkat, meski tidak semua berhasil. Penting bagi konsumen untuk meningkatkan literasi keuangan dan memahami investasi sebelum terlibat," ujar Fajrin.

Lantas Dosen FEB UI, Rahmat A. Baskoro, menekankan literasi keuangan menjadi aspek penting dalam pengembangan ekosistem aset digital.

"Literasi keuangan, khususnya pada aset keuangan digital, harus menjadi perhatian. Pelaku industri tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan pemahaman investor," jelasnya.

Foto bersama acara CFX Connect Vol. 2 di Auditorium R. Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), pada Kamis (9/42026) (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi tanya jawab serta final kompetisi CFX Lab yang melibatkan partisipasi mahasiswa.

Hadirnya forum CFX Connect Vol.2 tak pelak menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi, regulator, dan pelaku industri dalam merespons dinamika ekonomi digital. Dan CFX sendiri, lewat kegiatan ini terus mendorong peningkatan literasi dan kepercayaan publik terhadap industri aset keuangan digital di Tanah Air.***

Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan

Load More