- Harga minyak menguat tipis di pasar Asia pada Jumat, 10 April 2026 akibat kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah.
- Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas serangan Israel memicu ketidakpastian distribusi minyak mentah global.
- Investor menanti hasil dialog Amerika Serikat dan Iran akhir pekan ini untuk merespons kondisi pasar yang sensitif.
Suara.com - Harga minyak terpantau menguat tipis di pasar Asia pada perdagangan Jumat, 10 April 2026, melanjutkan tren dari sesi sebelumnya.
Pergerakan ini dipicu oleh sikap waspada investor terhadap risiko gangguan pasokan di Timur Tengah, sembari menantikan hasil pertemuan krusial antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak Brent untuk pengiriman Juni menguat 0,8 persen ke level 96,70 dolar AS per barel, disusul minyak mentah WTI yang naik 0,7 persen ke posisi 98,52 dolar AS per barel.
Meski ditutup menghijau pada perdagangan Kamis lalu, kedua patokan harga ini secara akumulatif, masih mencatatkan rapor merah dengan potensi koreksi mingguan mencapai lebih dari 10 persen.
Penguatan harga minyak turut ditopang oleh masih terganggunya arus distribusi di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama pengiriman minyak mentah dunia.
Harga minyak sempat merosot pada awal pekan ini menyusul pengumuman gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran yang diprakarsai Presiden AS Donald Trump.
Pasar sempat menaruh harapan tinggi seiring rencana pembukaan kembali Selat Hormuz untuk melancarkan arus distribusi energi.
Namun, harapan tersebut pupus dalam hitungan jam, setelah Israel menggempur Lebanon dengan alasan konflik melawan Hizbullah berada di luar kesepakatan tersebut.
Aksi militer tersebut memicu reaksi keras dari Iran yang kembali menutup lalu lintas tanker di Selat Hormuz sebagai bentuk protes atas pelanggaran komitmen.
Baca Juga: Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran
Meski Israel mengindikasikan adanya celah diplomatik melalui rencana negosiasi langsung dengan Lebanon, pelaku pasar tetap bersikap skeptis.
Kini, fokus investor tertuju pada dialog AS-Iran akhir pekan ini, di tengah kondisi pasar yang sangat sensitif terhadap lemahnya status gencatan senjata antara kedua negara.
Trump kembali menegaskan retorika diplomatiknya terhadap Teheran. Dia memperingatkan, Iran agar tidak memungut biaya lintas terhadap kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz, dan mengkritik pedas atas kegagalan Teheran dalam menjamin kelancaran distribusi energi global.
Hingga saat ini, aktivitas tanker di selat tersebut masih terbatas. Dilaporkan terjadi penumpukan kapal dan diperparah dengan cakupan asuransi yang terbatas, sehingga semakin memperlambat pemulihan arus lalu lintas kapal.
Berita Terkait
-
Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%
-
Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk
-
Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Sekarang Popularitas Pemerintah Naik Kencang Sekali
-
Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp 2.857.000 Juta per Gram
-
Strategi Hery Gunardi Bawa Transformasi BRI Menuju Era Perbankan Modern dan Inklusif
-
Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083
-
Ngenes, Generasi Sandwich Diramal Tidak akan Punya Tabungan Pensiun
-
IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346
-
Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran
-
Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara
-
Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket
-
UMKM Terancam Gulung Tikar Imbas Wacana Larangan Total Vape
-
Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbuk