Bisnis / Makro
Jum'at, 10 April 2026 | 17:48 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo dukung penuh penggeledahan Kejati dan jamin transparansi data. Foto Fakhri-Suara.com
Baca 10 detik
  • Kejati sita 16 item dari Kantor PU, mayoritas buku catatan dan dokumen audit.
  • Satu unit PC diamankan penyidik dari lokasi yang belum teridentifikasi pasti.
  • Penggeledahan menyasar lantai 2, 3, hingga Gedung Cipta Karya Kementerian PU.

Suara.com - Prahara hukum menyambangi kementerian yang kini dipimpin Dody Hanggodo. Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta digeledah tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) pada Kamis (9/4/2026). Menteri PU, Dody Hanggodo, akhirnya buka suara terkait rincian barang-barang yang angkut oleh aparat penegak hukum tersebut.

Dody mengungkapkan, setidaknya ada 16 item yang dibawa oleh penyidik sebagai bagian dari pendalaman kasus yang tengah bergulir. Sebagian besar barang sitaan tersebut merupakan tumpukan dokumen dan catatan internal kementerian.

"Ada lumayan banyak. Catatan-catatan, buku. Ada 16 item, rata-rata sih buku catatan, tidak ada yang lain," ujar Dody saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian PU, Jumat (10/4/2026).

Tak hanya sekadar berkas di atas meja, penyidik Kejati nampaknya menyisir berbagai sudut strategis di lingkungan kementerian. Dody menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan di beberapa lantai, bahkan merembet ke unit teknis.

"Jadi ada yang diambil di lantai tiga, ada yang diambil di lantai dua, terus yang banyak mungkin diambil di tempatnya Gedung Cipta Karya sepertinya," ucapnya menambahkan.

Selain dokumen fisik, satu unit Personal Computer (PC) juga turut diamankan. Namun, Dody mengaku tidak mengetahui secara pasti dari ruangan mana perangkat elektronik tersebut berasal karena minimnya keterangan label pada unit tersebut.

Menariknya, penyidik juga menyasar ruang kerja sang Menteri. Dody mengaku melihat beberapa dokumen yang selama ini berada di atas meja kerjanya ikut disita, termasuk berkas-berkas penting terkait hasil audit.

"Ada beberapa dokumen hasil audit yang saya taruh di depan saya, terus itu diambil. Cuma detailnya saya lupa karena kebanyakan dokumen kalau di meja saya itu," pungkas Dody.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai detail kasus posisi yang melatarbelakangi penggeledahan tersebut. Penyerahan barang bukti sendiri telah dilakukan secara administratif dari pihak kementerian yang diwakili Rio Septianto kepada pihak penyidik, Aditya Satya Lambang Bangsawan.

Baca Juga: Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur

Load More