Bisnis / Makro
Jum'at, 10 April 2026 | 20:05 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan pertama 2026 bukan disebabkan oleh momentum Idulfitri.
  • Peningkatan ekonomi terjadi karena efektivitas belanja pemerintah yang melampaui 30 persen serta pertumbuhan sektor pajak sebesar 20 persen.
  • Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat dan berpotensi melampaui angka 5,5 persen pada triwulan pertama 2026.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kalau momen Idulfitri atau Lebaran 2026 kemarin bukanlah faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan pertama 2026.

Menkeu Purbaya kemudian membandingkan lebaran 2026 dengan tahun sebelumnya, di mana Idulfitri 2025 cukup sepi. Ia kembali menegaskan kalau momentum itu bukan satu-satunya faktor pendorong ekonomi.

"Tahun lalu Lebaran memble kan? Jadi bukan musiman saja. Tahun lalu sepi kan, dibanding sekarang? Sekarang di mana-mana macet, semua pada belanja," katanya di Kantor Kemenkeu, dikutip Jumat (10/4/2026).

Bendahara Negara mengatakan kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih cepat karena dirinya memperhatikan segala aspek, mulai dari likuiditas hingga belanja pemerintah yang dipercepat.

Berkat pengeluaran yang lebih efektif, Belanja Pemerintah bisa tembus lebih dari 30 persen. Bahkan pertumbuhan pajak juga tumbuh 20 persen.

"Artinya, aktivitas ekonomi memang betul-betul membaik," timpal dia.

Sementara untuk triwulan kedua 2026, Purbaya meyakini pertumbuhan ekonomi akan terus membaik. Ia memastikan program Pemerintah bisa mengakselerasi perekonomian.

"Cuma saya mesti lihat dulu pertumbuhan untuk triwulan pertama seperti apa. Kalau saya lihat sih dari data-data yang ada sepertinya sih cukup baik triwulan pertama. Itu saya pikir kalau di atas 5,5 kan sudah clear bahwa kita sudah betul-betul berbelok ekonominya. Itu saya harapkan mengubah sentimen para pelaku bisnis. Dan kita yakin dengan desain pembangunan sekarang, harusnya ke depan kita akan lebih cepat lagi pertumbuhannya," jelasnya.

Baca Juga: Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Load More