- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan pertama 2026 bukan disebabkan oleh momentum Idulfitri.
- Peningkatan ekonomi terjadi karena efektivitas belanja pemerintah yang melampaui 30 persen serta pertumbuhan sektor pajak sebesar 20 persen.
- Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat dan berpotensi melampaui angka 5,5 persen pada triwulan pertama 2026.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kalau momen Idulfitri atau Lebaran 2026 kemarin bukanlah faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan pertama 2026.
Menkeu Purbaya kemudian membandingkan lebaran 2026 dengan tahun sebelumnya, di mana Idulfitri 2025 cukup sepi. Ia kembali menegaskan kalau momentum itu bukan satu-satunya faktor pendorong ekonomi.
"Tahun lalu Lebaran memble kan? Jadi bukan musiman saja. Tahun lalu sepi kan, dibanding sekarang? Sekarang di mana-mana macet, semua pada belanja," katanya di Kantor Kemenkeu, dikutip Jumat (10/4/2026).
Bendahara Negara mengatakan kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih cepat karena dirinya memperhatikan segala aspek, mulai dari likuiditas hingga belanja pemerintah yang dipercepat.
Berkat pengeluaran yang lebih efektif, Belanja Pemerintah bisa tembus lebih dari 30 persen. Bahkan pertumbuhan pajak juga tumbuh 20 persen.
"Artinya, aktivitas ekonomi memang betul-betul membaik," timpal dia.
Sementara untuk triwulan kedua 2026, Purbaya meyakini pertumbuhan ekonomi akan terus membaik. Ia memastikan program Pemerintah bisa mengakselerasi perekonomian.
"Cuma saya mesti lihat dulu pertumbuhan untuk triwulan pertama seperti apa. Kalau saya lihat sih dari data-data yang ada sepertinya sih cukup baik triwulan pertama. Itu saya pikir kalau di atas 5,5 kan sudah clear bahwa kita sudah betul-betul berbelok ekonominya. Itu saya harapkan mengubah sentimen para pelaku bisnis. Dan kita yakin dengan desain pembangunan sekarang, harusnya ke depan kita akan lebih cepat lagi pertumbuhannya," jelasnya.
Baca Juga: Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
Berita Terkait
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan
-
TNI AL Latih UMKM Pesisir Olah Hasil Laut dan Kedelai, Dorong Kemandirian Ekonomi
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja
-
Menteri Dody Santai Anggaran PU Dipotong, Infrastruktur Tetap Jalan
-
Telah Kucurkan Rp 530 Triliun, Ini Strategi BTN Genjot Penyaluran KPR
-
Kejati Geledah Kantor Kementerian PU, Menteri Dody: 16 Item Disita, Termasuk PC dan Dokumen Audit
-
Pemerintah Sebut Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas