- SIG ekspor perdana 45.000 ton klinker ke Mauritania guna perkuat pasar di Benua Afrika.
- Target ekspor klinker ke Mauritania pada 2026 mencapai 90.000 ton dalam dua tahap.
- Penjualan regional SIG 2025 melesat 14,3% menjadi 7,95 juta ton berkat ekspansi global.
Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) resmi memulai ekspansi ke kawasan Afrika Barat Laut dengan mengirimkan puluhan ribu ton klinker ke Mauritania, Afrika Barat.
Melalui anak usahanya, PT Semen Indonesia International (SII), SIG melakukan pengiriman perdana sebesar 45.000 metrik ton (MT) klinker melalui Pelabuhan Khusus SIG Pabrik Tuban, Jawa Timur, pada Maret 2026. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi perseroan dalam memperkuat posisi di pasar global.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengungkapkan, pengiriman 45.000 MT tersebut hanyalah tahap awal. Perseroan menargetkan total ekspor sebanyak 90.000 MT klinker ke Mauritania sepanjang tahun 2026.
"Selain transformasi pengelolaan pasar domestik, SIG terus memaksimalkan potensi pasar regional. Ekspansi ke Mauritania adalah langkah strategis untuk memperkuat penetrasi global, khususnya di Benua Afrika yang tengah berkembang," ujar Vita dalam keterangannya, dikutip Jumat (10/4/2026).
SIG membidik Mauritania bukan tanpa alasan. Negara ini dianggap sebagai pasar yang sangat potensial seiring dengan masifnya proyek infrastruktur di sana, sementara kapasitas produksi klinker domestik mereka masih terbatas.
"Benua Afrika memiliki prospek pertumbuhan infrastruktur yang tinggi. Dengan produk yang memenuhi standar internasional, kami optimis dapat terus meningkatkan daya saing di pasar global," tambah Vita.
Langkah ekspansi ini juga menjadi upaya SIG menjaga tren positif kinerja keuangan. Sebagai catatan, pada 2025 lalu, SIG sukses membukukan penjualan regional sebesar 7,95 juta ton. Angka ini melonjak 14,3% (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai 6,96 juta ton.
Ke depan, SIG berkomitmen untuk terus memperluas jejaring ekspor ke kawasan potensial lainnya. Ambisinya jelas: memperkokoh posisi sebagai perusahaan bahan bangunan terbesar di regional melalui keandalan distribusi dan ketersediaan pasokan.
Baca Juga: Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Ongkos Perbaikan Mobil Listrik BekasTerbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset
-
Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Scaloni: Albiceleste Siap Hancurkan Spanyol
-
Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol
-
UEFA Mulai Gerah! Muncul Desakan Lengserkan Infantino dari Kursi Presiden FIFA
-
Prabowo Kumpulkan Menteri, Nasib MBG & Koperasi Desa Merah Putih Dibahas
-
Amankah Ibu Hamil Pakai Parfum? Ini Penjelasan Dokter Kandungan
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris