Bisnis / Keuangan
Jum'at, 10 April 2026 | 20:07 WIB
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) resmi memulai ekspansi ke kawasan Afrika Barat Laut dengan mengirimkan puluhan ribu ton klinker ke Mauritania. Foto ist.
Baca 10 detik
  • SIG ekspor perdana 45.000 ton klinker ke Mauritania guna perkuat pasar di Benua Afrika.
  • Target ekspor klinker ke Mauritania pada 2026 mencapai 90.000 ton dalam dua tahap.
  • Penjualan regional SIG 2025 melesat 14,3% menjadi 7,95 juta ton berkat ekspansi global.

Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) resmi memulai ekspansi ke kawasan Afrika Barat Laut dengan mengirimkan puluhan ribu ton klinker ke Mauritania, Afrika Barat.

Melalui anak usahanya, PT Semen Indonesia International (SII), SIG melakukan pengiriman perdana sebesar 45.000 metrik ton (MT) klinker melalui Pelabuhan Khusus SIG Pabrik Tuban, Jawa Timur, pada Maret 2026. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi perseroan dalam memperkuat posisi di pasar global.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengungkapkan, pengiriman 45.000 MT tersebut hanyalah tahap awal. Perseroan menargetkan total ekspor sebanyak 90.000 MT klinker ke Mauritania sepanjang tahun 2026.

"Selain transformasi pengelolaan pasar domestik, SIG terus memaksimalkan potensi pasar regional. Ekspansi ke Mauritania adalah langkah strategis untuk memperkuat penetrasi global, khususnya di Benua Afrika yang tengah berkembang," ujar Vita dalam keterangannya, dikutip Jumat (10/4/2026).

SIG membidik Mauritania bukan tanpa alasan. Negara ini dianggap sebagai pasar yang sangat potensial seiring dengan masifnya proyek infrastruktur di sana, sementara kapasitas produksi klinker domestik mereka masih terbatas.

"Benua Afrika memiliki prospek pertumbuhan infrastruktur yang tinggi. Dengan produk yang memenuhi standar internasional, kami optimis dapat terus meningkatkan daya saing di pasar global," tambah Vita.

Langkah ekspansi ini juga menjadi upaya SIG menjaga tren positif kinerja keuangan. Sebagai catatan, pada 2025 lalu, SIG sukses membukukan penjualan regional sebesar 7,95 juta ton. Angka ini melonjak 14,3% (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai 6,96 juta ton.

Ke depan, SIG berkomitmen untuk terus memperluas jejaring ekspor ke kawasan potensial lainnya. Ambisinya jelas: memperkokoh posisi sebagai perusahaan bahan bangunan terbesar di regional melalui keandalan distribusi dan ketersediaan pasokan.

Baca Juga: Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Load More