Bisnis / Makro
Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB
Bank Dunia memproyeksikan investasi Danantara menjadi kunci utama mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 mendatang. [Antara]
Baca 10 detik
  • Bank Dunia memproyeksikan investasi BPI Danantara menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 mendatang.
  • Danantara fokus mengelola investasi hilirisasi dan industri strategis senilai ratusan triliun rupiah guna mengatasi tantangan ekonomi global saat ini.
  • Pemerintah Indonesia didorong melakukan deregulasi serta penyederhanaan izin bisnis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja produktif.

Suara.com - Bank Dunia mengatakan bahwa investasi yang dilakukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menjadi kunci mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 mendatang.

Penilaian itu diuraikan Bank Dunia dalam laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update April 2026, yang dikutip Jumat (10/4/2026).

Dalam laporan tersebut, Bank Dunia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi sebagian besar negara Asia Timur dan Pasifik akan mengalami koreksi kecil pada tahun ini.

Indonesia, lanjutnya, juga akan menghadapi tantangan pertumbuhan ekonomi tahun ini, terutama akibat kenaikan harga energi global. Namun, Bank Dunia menilai Indonesia mampu mengatasi tantangan tersebut berkat kuatnya penerimaan komoditas serta investasi dari inisiatif pemerintah, termasuk yang dilakukan Danantara.

Adapun menurut Bank Dunia, investasi tersebut akan memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi pada tahun berikutnya.

"Pada 2027, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik yang didukung investasi Danantara serta kebijakan pelonggaran moneter," ujar Bank Dunia.

Pada tahun ini Danantara akan memfokuskan investasi pada hilirisasi dan industri strategis. Pada awal tahun ini, Danantara telah memulai pembangunan enam proyek hilirisasi senilai USD 7 miliar atau setara Rp110 triliun.

Investasi itu antara lain digelontorkan untuk Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2, proyek smelter aluminium, dan proyek biorefinery. Selain itu, Danantara juga berencana melakukan groundbreaking terhadap 21 proyek hilirisasi lainnya pada tahun ini.

Selain menyoroti peran Danantara, Bank Dunia juga menyebut bahwa kebijakan deregulasi dan penyederhanaan izin bisnis berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Baca Juga: Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Hal ini diharapkan dapat mendukung berbagai inisiatif fiskal pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

"Reformasi kebijakan, seperti deregulasi dan penyederhenaan izin bisnis seperti di Indonesia, bisa mendorong potensi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang produktif," tutup Bank Dunia.

Load More