- Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 122,9, didukung oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (115,4) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (130,4).
- Keyakinan meningkat di semua kelompok pengeluaran, terutama masyarakat berpengeluaran di atas Rp5 juta, serta kelompok pendidikan tinggi yang melihat peluang kerja membaik.
- Ekspektasi penghasilan dan lapangan kerja dalam enam bulan ke depan tetap tinggi, memberi sinyal positif bahwa konsumsi rumah tangga akan terus menopang pertumbuhan ekonomi domestik.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga kuat.
Hal ini tercermin dari hasil Survei Konsumen Maret 2026 yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 122,9, jauh di atas ambang batas optimis (100).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengungkapkan bahwa terjaganya keyakinan ini didorong oleh kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi untuk enam bulan ke depan.
"Survei Konsumen Bank Indonesia pada Maret 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini tecermin dari IKK yang konsisten berada pada level optimis," ujar Ramdan Denny dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Optimisme masyarakat pada Maret 2026 disokong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 115,4 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 130,4.
Ramdan merinci, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini mengalami kenaikan di seluruh kelompok pengeluaran. Peningkatan tertinggi tercatat pada masyarakat dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta per bulan, dengan indeks sebesar 135,9.
"Persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini juga tetap kuat. Menariknya, pada kelompok pendidikan pascasarjana, terjadi peningkatan indeks menjadi 128,8," tambahnya.
Meski demikian, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) secara umum dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (Durable Goods) masing-masing berada di angka 107,8 dan 109,2, sedikit melandai dibanding bulan sebelumnya.
Melihat ke depan, masyarakat tetap menaruh harapan besar pada stabilitas ekonomi nasional. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk enam bulan mendatang berada di level 130,4.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya
Optimisme ini bersumber dari ekspektasi penghasilan yang dipatok di angka 137,7, serta ketersediaan lapangan kerja di angka 128,0.
Dari sisi demografi, kelompok usia 31 hingga 40 tahun menjadi yang paling optimis terhadap penghasilan mereka di masa depan dengan indeks mencapai 140,6.
Sementara itu, untuk kelompok pengeluaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta, ekspektasi terhadap kegiatan usaha juga menunjukkan tren peningkatan ke level 129,4.
"Prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja pada enam bulan mendatang juga tercatat meningkat signifikan pada kelompok pendidikan pascasarjana sebesar 136,3," jelas Ramdan.
Hasil survei ini memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik, di mana konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tetap menjadi motor penggerak utama seiring dengan terjaganya optimisme masyarakat di berbagai lapisan ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah
-
Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru
-
Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan hingga Rp2,7 Miliar
-
Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara
-
Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC
-
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
-
Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal