Bisnis / Makro
Minggu, 12 April 2026 | 10:10 WIB
Bank Indonesia. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Baca 10 detik
  • Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 122,9, didukung oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (115,4) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (130,4).
  • Keyakinan meningkat di semua kelompok pengeluaran, terutama masyarakat berpengeluaran di atas Rp5 juta, serta kelompok pendidikan tinggi yang melihat peluang kerja membaik.
  • Ekspektasi penghasilan dan lapangan kerja dalam enam bulan ke depan tetap tinggi, memberi sinyal positif bahwa konsumsi rumah tangga akan terus menopang pertumbuhan ekonomi domestik.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga kuat.

Hal ini tercermin dari hasil Survei Konsumen Maret 2026 yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 122,9, jauh di atas ambang batas optimis (100).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengungkapkan bahwa terjaganya keyakinan ini didorong oleh kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi untuk enam bulan ke depan.

"Survei Konsumen Bank Indonesia pada Maret 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini tecermin dari IKK yang konsisten berada pada level optimis," ujar Ramdan Denny dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Ist]

Optimisme masyarakat pada Maret 2026 disokong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 115,4 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 130,4.

Ramdan merinci, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini mengalami kenaikan di seluruh kelompok pengeluaran. Peningkatan tertinggi tercatat pada masyarakat dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta per bulan, dengan indeks sebesar 135,9.

"Persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini juga tetap kuat. Menariknya, pada kelompok pendidikan pascasarjana, terjadi peningkatan indeks menjadi 128,8," tambahnya.

Meski demikian, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) secara umum dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (Durable Goods) masing-masing berada di angka 107,8 dan 109,2, sedikit melandai dibanding bulan sebelumnya.

Melihat ke depan, masyarakat tetap menaruh harapan besar pada stabilitas ekonomi nasional. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk enam bulan mendatang berada di level 130,4.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Optimisme ini bersumber dari ekspektasi penghasilan yang dipatok di angka 137,7, serta ketersediaan lapangan kerja di angka 128,0.

Dari sisi demografi, kelompok usia 31 hingga 40 tahun menjadi yang paling optimis terhadap penghasilan mereka di masa depan dengan indeks mencapai 140,6.

Sementara itu, untuk kelompok pengeluaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta, ekspektasi terhadap kegiatan usaha juga menunjukkan tren peningkatan ke level 129,4.

"Prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja pada enam bulan mendatang juga tercatat meningkat signifikan pada kelompok pendidikan pascasarjana sebesar 136,3," jelas Ramdan.

Hasil survei ini memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik, di mana konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tetap menjadi motor penggerak utama seiring dengan terjaganya optimisme masyarakat di berbagai lapisan ekonomi.

Load More