- Bank Mega Syariah mencatat akuisisi dana pihak ketiga sebesar Rp709 miliar melalui pembukaan 5,6 ribu rekening baru selama Ramadan 2026.
- Aktivitas digital melalui aplikasi M-Syariah mencapai lebih dari 230 ribu transaksi senilai Rp243 miliar, tumbuh 24 persen secara tahunan.
- Peningkatan kinerja didukung oleh strategi aktivasi komunitas di tujuh kota besar serta lonjakan transaksi QRIS sebesar 65 persen lebih.
Suara.com - Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang bulan Ramadan 1447 H (2026). Melalui serangkaian program interaksi nasabah dan optimalisasi layanan digital, bank ini berhasil membukukan peningkatan signifikan baik dari sisi perolehan dana maupun aktivitas transaksi elektronik.
Berdasarkan data per 21 Maret 2026, Bank Mega Syariah sukses mencatatkan akuisisi Dana Pihak Ketiga (DPK) baru mencapai lebih dari Rp709 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh pembukaan sekitar 5,6 ribu rekening baru (Number of Accounts/NoA) selama periode suci tersebut.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menjelaskan bahwa pencapaian ini membuktikan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap produk perbankan syariah yang modern.
“Hal ini mencerminkan kuatnya preferensi nasabah terhadap produk tabungan yang mampu mengoptimalkan imbal hasil secara kompetitif namun tetap sesuai prinsip syariah. Ini juga menegaskan keberhasilan transformasi digital kami dalam menghadirkan proses pembukaan rekening online yang praktis,” ujar Benadicto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (14/3/2026).
Tak hanya dari sisi penghimpunan dana, aktivitas digital nasabah melalui aplikasi M-Syariah juga menunjukkan tren positif.
Selama Ramadan 2026, tercatat lebih dari 230 ribu transaksi dengan total nilai mencapai lebih dari Rp243 miliar. Angka ini tumbuh lebih dari 24 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Adapun fitur yang paling sering digunakan nasabah adalah transfer antarbank, pembayaran via QRIS dan Top up saldo e-wallet. Secara khusus, penggunaan QRIS mengalami lonjakan paling tajam.
Jumlah transaksi QRIS meningkat lebih dari 65 persen, sementara volume transaksinya tumbuh lebih dari 58 persen dibandingkan Ramadan 2025. Hal ini menandakan budaya pembayaran non-tunai berbasis QR semakin melekat di masyarakat saat bertransaksi di berbagai merchant.
Keberhasilan kinerja ini tidak lepas dari strategi jemput bola melalui rangkaian acara "Ramadan Optimal bersama Bank Mega Syariah".
Baca Juga: Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini
Salah satu program unggulannya adalah AMAL 2026 (Aktivasi M-Syariah di Bulan Ramadan) serta kegiatan Road To Diantara Doa yang digelar di 7 kota besar, yakni Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Lampung, Palembang dan Makassar.
Melalui kegiatan ini, Bank Mega Syariah menggandeng tokoh agama, institusi pendidikan, dan komunitas lokal untuk meningkatkan literasi keuangan syariah.
“Program AMAL 2026 menjadi momentum strategis bagi kami untuk memperkuat penetrasi pasar ritel melalui pendekatan spiritual dan komunitas. Ke depan, kami akan terus berinovasi dan memperkuat ekosistem syariah digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” pungkas Benadicto.
Berita Terkait
-
Finpay Telkom Gaet Asuransi ADB, Perluas Pasar Proteksi Digital
-
Sebelum 'Spin-Off', BTN Syariah Bukukan Pembiayaan Tumbuh 18,2 Persen Hingga Agustus 2025
-
Bank Mega Syariah Bidik Target Penjualan Wakaf Investasi Senilai Rp 15 Miliar
-
Pembiayaan KPR Bank Mega Syariah Raup Rp 334 Miliar
-
Hati-hati QRIS Bodong, Modus Ini Dipakai Pelaku
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham
-
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS