Bisnis / Keuangan
Selasa, 14 April 2026 | 08:42 WIB
Ilustrasi transaksi digital. [Ist]
Baca 10 detik
  • Bank Mega Syariah mencatat akuisisi dana pihak ketiga sebesar Rp709 miliar melalui pembukaan 5,6 ribu rekening baru selama Ramadan 2026.
  • Aktivitas digital melalui aplikasi M-Syariah mencapai lebih dari 230 ribu transaksi senilai Rp243 miliar, tumbuh 24 persen secara tahunan.
  • Peningkatan kinerja didukung oleh strategi aktivasi komunitas di tujuh kota besar serta lonjakan transaksi QRIS sebesar 65 persen lebih.

Suara.com - Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang bulan Ramadan 1447 H (2026). Melalui serangkaian program interaksi nasabah dan optimalisasi layanan digital, bank ini berhasil membukukan peningkatan signifikan baik dari sisi perolehan dana maupun aktivitas transaksi elektronik.

Berdasarkan data per 21 Maret 2026, Bank Mega Syariah sukses mencatatkan akuisisi Dana Pihak Ketiga (DPK) baru mencapai lebih dari Rp709 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh pembukaan sekitar 5,6 ribu rekening baru (Number of Accounts/NoA) selama periode suci tersebut.

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menjelaskan bahwa pencapaian ini membuktikan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap produk perbankan syariah yang modern.

“Hal ini mencerminkan kuatnya preferensi nasabah terhadap produk tabungan yang mampu mengoptimalkan imbal hasil secara kompetitif namun tetap sesuai prinsip syariah. Ini juga menegaskan keberhasilan transformasi digital kami dalam menghadirkan proses pembukaan rekening online yang praktis,” ujar Benadicto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (14/3/2026).

Tak hanya dari sisi penghimpunan dana, aktivitas digital nasabah melalui aplikasi M-Syariah juga menunjukkan tren positif.

Selama Ramadan 2026, tercatat lebih dari 230 ribu transaksi dengan total nilai mencapai lebih dari Rp243 miliar. Angka ini tumbuh lebih dari 24 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ilustrasi Bank Mega Syariah. [Ist]

Adapun fitur yang paling sering digunakan nasabah adalah transfer antarbank, pembayaran via QRIS dan Top up saldo e-wallet. Secara khusus, penggunaan QRIS mengalami lonjakan paling tajam.

Jumlah transaksi QRIS meningkat lebih dari 65 persen, sementara volume transaksinya tumbuh lebih dari 58 persen dibandingkan Ramadan 2025. Hal ini menandakan budaya pembayaran non-tunai berbasis QR semakin melekat di masyarakat saat bertransaksi di berbagai merchant.

Keberhasilan kinerja ini tidak lepas dari strategi jemput bola melalui rangkaian acara "Ramadan Optimal bersama Bank Mega Syariah".

Baca Juga: Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini

Salah satu program unggulannya adalah AMAL 2026 (Aktivasi M-Syariah di Bulan Ramadan) serta kegiatan Road To Diantara Doa yang digelar di 7 kota besar, yakni Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Lampung, Palembang dan Makassar.

Melalui kegiatan ini, Bank Mega Syariah menggandeng tokoh agama, institusi pendidikan, dan komunitas lokal untuk meningkatkan literasi keuangan syariah.

“Program AMAL 2026 menjadi momentum strategis bagi kami untuk memperkuat penetrasi pasar ritel melalui pendekatan spiritual dan komunitas. Ke depan, kami akan terus berinovasi dan memperkuat ekosistem syariah digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” pungkas Benadicto.

Load More