- Krisis BBM diprediksi melanda Malaysia mulai Juni 2026 akibat perang AS-Iran.
- Petronas bantah ekspor solar ke Filipina demi amankan pasokan dalam negeri.
- Cadangan BBM Indonesia naik jadi 32 hari berkat tambahan stok dari Karimun.
Suara.com - Malaysia secara terang-terangan memberikan sinyal waspada terkait potensi krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diprediksi bakal menghantam mulai Juni 2026 mendatang.
Guncangan pasokan ini merupakan imbas nyata dari eskalasi konflik global, terutama perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mengganggu jalur distribusi energi dunia.
Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, menegaskan bahwa periode pertengahan tahun ini akan menjadi ujian berat bagi Negeri Jiran.
"Juni dan Juli akan menjadi periode yang sangat kritis dalam memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia," ujar Akmal sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Senin (13/4/2026).
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya juga telah mewanti-wanti bahwa ketidakpastian pasokan akan mulai terasa nyata di bulan tersebut. Meski pasokan untuk bulan April dan Mei diklaim masih aman, tantangan besar menanti di depan mata, termasuk untuk industri vital seperti farmasi dan alat kesehatan yang bergantung pada bahan baku minyak dan gas.
Di tengah isu tersebut, sempat beredar kabar bahwa Malaysia mengekspor 329 ribu barel solar ke Filipina. Namun, Petronas dengan tegas membantah laporan tersebut. Raksasa energi Malaysia itu menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kebutuhan domestik demi menjaga stabilitas nasional.
Lalu, Bagaimana dengan Indonesia?
Di tengah ancaman yang menghantui negara tetangga, Indonesia justru menunjukkan sinyal ketahanan yang lebih kuat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa cadangan BBM nasional saat ini tengah mengalami tren peningkatan.
Jika sebelumnya cadangan BBM Indonesia berada di angka 21 hingga 25 hari, kini ketahanan energi kita bertambah kuat berkat pasokan tambahan dari fasilitas penyimpanan di Karimun, Provinsi Riau.
Baca Juga: Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia
"Alhamdulillah penyangga energi kita sekarang ada penambahan lagi 7 hari dari Karimun," ungkap Bahlil di kantor Kementerian ESDM.
Dengan tambahan tersebut, Indonesia kini memiliki napas lebih panjang untuk menghadapi dinamika geopolitik Timur Tengah. Tak puas sampai di situ, pemerintah juga berencana menggenjot pembangunan infrastruktur energi baru pada Mei mendatang guna memastikan cadangan nasional bisa menyentuh target satu bulan penuh.
Melihat kontrasnya kondisi kedua negara, Indonesia tampaknya lebih siap "memasang tameng" melalui penguatan stok domestik, sementara Malaysia harus berpacu dengan waktu sebelum bulan kritis Juni tiba.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Lonjakan Harga Pangan Nasional, Cabai Naik hingga 18 Persen
-
Mata Uang Negara Lain Menguat, Rupiah Amblas ke Rp17.124 per Dolar AS
-
Harga Emas Antam Naik saat Harga Emas Dunia Turun, Mengapa?
-
IHSG Terus Terbang, Tembus Level 7.600 Pagi Ini
-
Ritual Aneh Investor Agar Cuan: Dari Punggung Sakit George Soros Hingga Ramalan Bintang
-
18 Saham Ditendang dari Bursa, BEI: Itu Peringatan Buat Emiten
-
Transaksi Digital Melonjak, Bank Mega Syariah Raup DPK Rp709 Miliar
-
Prabowo Temui Vladimir Putin saat Menhan Teken Kesepakatan Menteri Perang AS
-
Klaim Pemerintah Strategi One Way Berhasil Tekan Kepadatan Kendaran saat Mudik
-
Emiten PPRO Keluarkan Strategi Gali Pendapatan Berulang di Kawasan Hunian