- Harga emas Antam per 15 April 2026 naik menjadi Rp2.893.000 per gram dengan harga buyback Rp2.674.000 per gram.
- Kenaikan harga emas Antam dipicu oleh lonjakan harga emas dunia akibat sentimen geopolitik serta pelemahan dolar AS.
- Kebijakan moneter The Fed mempertahankan suku bunga tahun ini turut memengaruhi pasar emas di tengah kekhawatiran inflasi global.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 15 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.893.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu naik lagi Rp 30.000 dibandingkan Selasa, 14 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.674.000 per gram.
Harga buyback itu ikut lompat tinggi Rp 35.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0.5 Gram: Rp1.500.241
- 1 Gram: Rp2.900.233
- 2 Gram: Rp5.740.315
- 3 Gram: Rp8.585.410
- 5 Gram: Rp14.275.600
- 10 Gram: Rp28.496.063
- 25 Gram: Rp71.114.343
- 50 Gram: Rp142.149.488
- 100 Gram: Rp284.220.780
- 250 Gram: Rp710.286.288
- 500 Gram: Rp1.420.362.050
- 1000 Gram: Rp2.840.684.000
Harga Emas Dunia Meroket
Harga emas dunia kembali menguat signifikan pada perdagangan Selasa, didorong oleh kombinasi sentimen geopolitik dan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip laporan FXStreet, harga emas (XAU/USD) melonjak hampir 2 perse dan diperdagangkan di level 4.835 dolar AS, setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah harian di 4.742 dolar AS.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian
Kenaikan harga emas terjadi di tengah meningkatnya optimisme terkait kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun ketegangan masih berlangsung menyusul penyitaan kapal-kapal yang terkait Iran oleh militer AS di tengah blokade Selat Hormuz.
Selain itu, pelemahan dolar AS turut menjadi katalis utama penguatan emas. Dolar kehilangan daya tariknya sebagai aset safe haven dan tercermin dari penurunan Indeks Dolar AS (DXY) ke level terendah enam minggu di 97,96.
Pada sesi perdagangan terbaru, DXY tercatat turun 0,26 persen, tertekan oleh pergerakan harga minyak yang juga melemah.
Sentimen geopolitik juga menjadi perhatian utama pasar, terutama setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan peluang pertemuan antara Washington dan Teheran dalam waktu dekat.
"Anda sebaiknya tetap di sana, karena sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana," ujar Trump kepada New York Post.
Dari sisi kebijakan moneter, pernyataan pejabat bank sentral AS turut memengaruhi arah pasar. Presiden Federal Reserve Chicago, Austin Goolsbee, menyebut bahwa suku bunga kemungkinan akan tetap dipertahankan sepanjang tahun ini.
Ia juga membuka peluang bahwa penurunan suku bunga baru akan dipertimbangkan pada 2027, terutama jika harga energi tetap tinggi akibat konflik geopolitik.
Sementara itu, Gubernur The Fed, Stephen Miran, memperkirakan inflasi akan kembali mendekati target dalam waktu satu tahun dan menilai tidak ada alasan kuat bagi harga minyak untuk bertahan tinggi dalam jangka panjang.
Meski demikian, kekhawatiran inflasi masih membayangi pasar. Hal ini membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar atau dovish dari The Fed.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM