- Harga emas batangan Antam di Jakarta melesat menjadi Rp2.863.000 per gram pada Selasa, 14 April 2026.
- Lonjakan harga domestik terjadi akibat depresiasi rupiah dan tingginya permintaan emas di tengah ketegangan geopolitik regional.
- Kenaikan ini berlawanan dengan tren harga emas global yang melemah karena aksi ambil untung oleh investor.
Suara.com - Di tengah tren pelemahan harga emas di pasar spot global, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) justru menunjukkan arah sebaliknya dengan lonjakan yang sangat signifikan.
Fenomena anomali ini menjadi perbincangan hangat di kalangan investor retail dan pengamat ekonomi di kota-kota besar Indonesia.
Berdasarkan pantauan langsung di laman resmi Logam Mulia, Jakarta, pada Selasa (14/4/2026) pukul 08.42 WIB, harga emas Antam melesat hingga Rp45.000 dari posisi sebelumnya.
Saat ini, harga emas Antam bertengger di level Rp2.863.000 per gram, naik tajam dibandingkan harga Senin yang masih berada di angka Rp2.818.000 per gram.
Kenaikan ini juga diikuti oleh harga pembelian kembali atau buyback yang turut meroket. Para investor yang ingin melepas aset emasnya hari ini akan mendapatkan harga Rp2.639.000 per gram, meningkat signifikan dari semula Rp2.585.000 per gram.
Namun, masyarakat perlu menyadari bahwa harga emas Antam bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan internal perusahaan serta dinamika pasar.
Mengapa Antam Naik Saat Dunia Turun?
Kondisi ini tergolong unik mengingat harga emas dunia di pasar spot justru ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Emas global parkir di level US$ 4.751,7 per troy ons, menyusut sekitar 0,24% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.
Secara teknikal, koreksi harga global ini merupakan hal yang wajar setelah emas dunia sempat reli dan naik tiga hari berturut-turut dengan total kenaikan mencapai 2,41%.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp 2.857.000 Juta per Gram
"Jadi, sepertinya aroma ambil untung (profit taking) tercium dari koreksi harga emas. Maklum, keuntungan yang bisa didapat dari menjual emas lumayan menggiurkan," merupakan analisis yang berkembang melihat perilaku pasar global saat ini.
Banyak institusi besar mulai mencairkan keuntungan mereka setelah harga emas mencapai level psikologis baru.
Lantas, mengapa harga di Indonesia justru terbang? Ada tiga faktor fundamental yang mendasari anomali ini:
- Depresiasi Rupiah yang Mendalam: Faktor utama yang sering terabaikan adalah nilai tukar rupiah. Sebagaimana diketahui, rupiah saat ini tengah tertekan di kisaran Rp17.100 per dolar AS akibat krisis blokade di Timur Tengah. Karena harga emas domestik dikonversi dari dolar AS, maka pelemahan rupiah yang lebih besar dari penurunan emas global otomatis membuat harga emas lokal tetap naik.
- Strategi Penyesuaian Harian Antam: Antam seringkali melakukan penyesuaian harga berdasarkan ketersediaan stok fisik dan permintaan domestik yang tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik. Saat masyarakat merasa tidak aman dengan aset kertas, permintaan emas fisik meningkat, yang memungkinkan Antam mempertahankan harga premium.
- Ketegangan Geopolitik Regional: Meskipun di pasar spot New York terjadi aksi profit taking, di dalam negeri sentimen ketakutan akan dampak blokade Iran membuat emas tetap menjadi primadona, sehingga harga domestik memiliki daya tahan lebih kuat terhadap koreksi global.
Bagi para investor, sangat penting untuk memahami aspek perpajakan dalam transaksi logam mulia. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, setiap transaksi emas mulai dari gramasi 1 gram hingga 1.000 gram dikenakan potongan pajak.
Untuk pembelian emas batangan, pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen, sementara bagi non-NPWP dikenakan tarif lebih tinggi yakni 0,9 persen. Setiap transaksi pembelian ini akan disertai dengan bukti potong pajak resmi.
Sementara itu, untuk transaksi buyback atau penjualan kembali emas ke PT Antam Tbk dengan nilai nominal lebih dari Rp10 juta, berlaku Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Ketentuannya adalah sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen bagi mereka yang tidak memiliki NPWP. PPh 22 ini dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima oleh pelanggan.
Harga Emas Antam Terbaru (Selasa, 14 April 2026)
Berikut adalah rincian harga berbagai pecahan emas batangan yang tercatat secara resmi di laman Logam Mulia Antam pagi ini:
Pecahan 0,5 gram: Rp1.481.500
Pecahan 1 gram: Rp2.863.000
Pecahan 2 gram: Rp5.666.000
Pecahan 3 gram: Rp8.474.000
Pecahan 5 gram: Rp14.090.000
Pecahan 10 gram: Rp28.125.000
Pecahan 25 gram: Rp70.187.000
Pecahan 50 gram: Rp140.295.000
Pecahan 100 gram: Rp280.512.000
Pecahan 250 gram: Rp701.015.000
Pecahan 500 gram: Rp1.401.820.000
Pecahan 1.000 gram (1 kg): Rp2.803.600.000
Berita Terkait
-
Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?
-
Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil
-
Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram
-
Ramalan Harga Emas Antam Sepekan Ini Setelah Negosiasi Iran-AS Gagal
-
Novel Kemben Emas: Sejarah Kejayaan Majapahit dan Bangkitnya Kerajaan Demak
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Danantara Mulai Bidik Saham BEI
-
Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar
-
TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama
-
Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!
-
Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat
-
Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal
-
Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru
-
Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket